CARA BUDIDAYA KANGKUNG YANG BENAR

Artikel budidaya kangkung ini akan menjelaskan bagaimana cara budidaya kangkung darat & cara budidaya kangkung air serta beberapa tips cara budidaya kangkung yang benar.

Cara Budidaya Kangkung Yang Benar

Cara menanam kangkung air & cara menanam kangkung darat yang baik dan benar itu seperti apa sih ?

Kangkung air biasanya diperbanyak dengan stek-stek batang yang panjangnya antara 20 – 25 cm. Stek-stek itu ditanamkan langsung pada lumpur kolam atau sawah yang airnya dangkal, dengan jarak tanam 30 x 20 cm. Dengan demikian untuk tiap-tiap m2 tanah diperlukan bibit setidaknya 17 stek.

Sedangkan cara budidaya kangkung darat pada umumnya diperbanyak dengan bijinya. Cara penanaman kangkung darat yaitu biji-biji tersebut ditanam langsung pada bedengan-bedengan kebun, yang telah disiapkan dengan jarak 20 x 30 cm.

Untuk penanaman 1 ha diperlukan ± 2,5 kg biji kangkung. Cara penanaman kangkung yang baik yaitu : mula-mula tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 30 cm, kemudian diberi pupuk kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak 5 ton tiap ha atau 0,5 kg tiap m2.

Setelah dibuatkan bedengan-bedengan yang lebarnya 60 cm atau 1 m, lalu dibuatkan lobang-lobang kecil untuk bertanam dengan tugal (tongkat) yang jaraknya antara lobang-lobang 20 cm dan jarak antara barisan lobangpun 20 cm, hingga bedengan memuat 3 barisan atau 5 baris tanaman.

Panjangnya bedengan tergantung pada keadaan dan keinginan kita. Dalam tiap-tiap lobang itu ditanam 2-3 biji, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Pada tanah-tanah yang masih subur atau rawa-rawa, pemberian pupuk kandang jarang dilakukan.

Pemberian pupuk buatan pada kangkung tidak pernah dilakukan, akan tetapi kesuburan tanaman dapat ditambah dengan memberikan pupuk buatan ZA sebanyak 0,5 — 1 kwt tiap ha.

Perawatan tanaman tidak pernah dikerjakan, kecuali membersihkan rumput-rumput pengganggu yang mungkin ada.

Setelah tanaman berumur 3 bulan mulai dipangkas ujungnya sepanjang ± 20 cm, supaya tanaman banyak bercabang. Pangkasan ini merupakan hasil yang dapat dijual. Pemungutan hasil selanjutnya dilakukan dengan jalan memangkas ujung cabang-cabang tersebut pada tiap 1/2 bulan sekali. Tanaman yang baik dapat menghasilkan setidaknya 100.— 160 kwintal tiap ha dalam setahun.

Biasanya setelah berumur 1 tahun di tempat itu, pertumbuhannya sudah mulai kerdil. Kalau sudah demikian, maka tanaman kangkung itu perlu diperbaharui, yakni tanaman dibongkar seluruhnya atau sebagian dan tanahnya dicangkul lagi, kemudian ditanami dengan stek-stek (benih kangkung) baru, seperti waktu bertanam pertama kali.

Nah itulah sedikit tips bertanam kangkung. Semoga artikel cara budidaya kangkung yang benar ini bisa bermanfaat bagi para pembaca materipertanian.com

Baca juga jenis jenis kangkung & ciri ciri kangkung dan manfaatnya :)