CARA BUDIDAYA KENTANG

Artikel budidaya kentang ini akan menjelaskan cara budidaya kentang yang baik dan benar.

Cara Budidaya Kentang

Bagaimana cara menanam kentang yang baik / cara penanaman kentang yang baik ?

Budidaya tanaman kentang banyak dilakukan petani di Indonesia. Hal ini karenakan bisnis budidaya kentang cukup mudah dilakukan & biaya budidaya kentang ini tidak terlalu mahal. Selain itu, keuntungan budidaya kentang ini cukup menggiurkan. Usaha budidaya kentang & investasi budidaya kentang tak kenal waktu karena permintaan konsumen yang tidak pernah habis.

Budidaya tanam kentang saat ini juga banyak jenisnya, ada yang budidaya sayuran kentang secara konvensional, budidaya tanaman kentang secara hidroponik dan ada juga yang berbudidaya bibit kentang / budidaya benih kentang.

Cara budidaya kentang biasa ( teknik budidaya kentang granola ) dengan cara budidaya kentang dalam polybag ataupun cara budidaya kentang hidroponik secara garis besar adalah sama. Yang membedakan hanyalah media tanamnya saja.

Kentang dikembangbiakkan dengan umbi-umbinya yang telah bertunas sepanjang ± 2 cm (kentang hitam biasa diperbanyak dengan stek-stek batang). Umbi-umbi bibit itu langsung ditanam di kebun setelah masa istirahat umbi terlampaui dan umbi sudah mulai bertunas sepanjang ± 2 cm.

Cara penanamannya kentang yaitu : mula-mula tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 30 – 40 cm dan diratakan. Kemudian dibuatkan alur-alur (garitan-garitan) untuk bertanam yang jaraknya antara masing-masing garitan 70 cm.

Dalam garitan-garitan itu ditentukan tempat-tempat yang akan ditanami kentang, yakni dengan jalan membuat garitan-garitan yang arahnya tegak lurus pada garitan yang pertama dengan jarak antara garitan 30 cm. Titik pertemuan antara kedua garitan-garitan itu merupakan lobang kecil untuk tempat umbi bibit kentang.

Pada tempat-tempat bertanam (titik pertemuan antara kedua garitan) itu diletakkan pupuk kandang yang telah jadi sebanyak ± 0,5 kg. Untuk tanaman seluas 1 ha diperlukan ± 20 ton pupuk kandang kering. Selanjutnya umbi-umbi kentang itu diletakkan di atas pupuk kandang.

Pupuk kandang buatan dicampur dengan ZA dan DS dengan perbandingan 1 : 1 sebanyak 16 gram diletakkan pada tiap tempat di kanan kiri umbi bibit itu. Adapun untuk tanaman 1 ha diperlukan sebanyak 4 kwintal ZA dan 4 kwintal DS. Pupuk buatan itu dapat pula kita campurkan dengan pupuk kandang.

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, terutama untuk pembibitan, dianjurkan mempergunakan pupuk buatan campuran ZA, DS, dan ZK dengan perbandingan 4 : 3 : 1, dengan dasar 4 kwintal ZA tiap hektar. Untuk tanaman 1 ha diperlukan 1.200 – 1.500 kg bibit kentang yang beratnya antara 30 – 40 gram tiap umbinya.

Setelah pupuk kandang, umbi (bibit) serta pupuk buatan diletakkan pada lobang-lobang, maka segera umbi-umbi itu ditutup dengan tanah dari kanan kiri barisan sambil dibumbun (tanahnya ditinggikan) sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap barisan kentang merupakan satu guludan yang berjarak 70 cm dengan lebar selokan ± 20 cm.

Bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah biasanya ± 10 hari kemudian. Setelah tanaman berumur 1 bulan sejak bertanam, tanaman mulai didangir dan bedengan ditinggikan lagi.

Pembumbunan ini penting sekali untuk mencegah umbi kentang yang terbentuk terkena sinar matahari (warna umbi menjadi hijau beracun), dan mencegah serangan ulat umbi (Phthorimaea sp.).

Di samping memberi air atau membuang air (apabila kekeringan atau kelebihan/becek), memberantas hama dan penyakit yang sering mengancam tanaman penting pula diperhatikan. Hama-hama yang sering mengancam tanaman kentang bisa kamu lihat di >> hama dan penyakit tanaman kentang.

Pemanenan Tanaman Kentang

Panen kentang berapa bulan sih ? Bagaimana cara panen tanaman kentang ?

Umur panen kentang / masa panen kentang berbeda menurut masing-masing jenis tanaman kentang, tetapi umumnya ketang dipanen saat berumur 3 – 4 bulan setelah tanam.

Pemanenan kentang sebaiknya dilakukan 1 minggu sesudah tanaman itu mati semuanya (telah kering daun serta ujung batangnya dan kulit umbi kuat). Bila daun dan ujung batang belum kering, umbi-umbi itu akan rendah mutunya dan kulitnya akan lecet, hingga tidak bisa dijadikan untuk bibit lagi.

Demikian pula, pemungutannya (penggaliannya) harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai umbi umbinya luka terkena cangkul atau kored yang dapat menurunkan kualitas dan harga pasamya. Tanaman kentang yang baik dapat menghasilkan 150 – 200 kwintal tiap ha, tergantung kepada varietasnya.

Itulah penjelasan singkat mengenai cara budidaya kentang yang baik dan benar. Semoga kita bisa sukses dalam berbudidaya kentang bebas penyakit. Lihat juga syarat tumbuh tanaman kentang :)