CARA BUDIDAYA SELADA AIR

Materi pertanian kali ini akan menjelaskan teknik budidaya selada air (cara menanam selada yang benar).

Cara Budidaya Selada Air

Cara bercocok tanam selada air itu seperti apa sih ?

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai syarat tumbuh tanaman selada dan macam macam jenis selada. Lalu bagaimana dengan cara budidaya selada air ?

Selada air diperbanyak dengan bijinya. Biji-biji selada itu kecil-kecil, bentuknya lonjong dan pipih (gepeng) serta berbulu tajam. Biji-biji selada (benih selada) itu dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemaikan terlebih dahulu.

Cara menanam selada yang baik dan benar yaitu mula-mula tanah yang akan ditanami selada dicangkul sedalam 20 – 30 cm, kemudian diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 10 ton setiap ha.

Setelah tanah diratakan, kemudian dibuatkan alur-alur (garitan-garitan) dengan cangkul yang dimiringkan dengan jarak antara garitan 25 cm. Pencangkulan tanah tersebut janganlah dikerjakan terlalu dalam, karena akar-akar selada itu banyak terkumpul di lapisan tanah atas, dan pencangkulan yang terlalu dalam malah dapat merugikan.

Kemudian biji-biji selada itu ditaburkan tipis, merata di sepanjang garitan-garitan tadi dan ditutup dengan tanah tipis. Biji tumbuh setelah 5 hari kemudian. Untuk penanaman 1 ha diperlukan setidaknya 400 – 600 gram biji. Menurut teori untuk 1 ha hanya diperlukan 250 gram biji dengan daya kecambah 75%.

Setelah berumur kira-kira 1 bulan (kira-kira berdaun 3 – 5 helai), tanaman sebaiknya diperjarang. Yang tumbuhnya kerdil dicabut dan yang subur ditinggalkan, hingga jarak antara tanaman menjadi 20 – 25 cm. Tanaman yang dicabut itu dapat dipindahkan ke tempat-tempat lain dengan dibubuhi sedikit kepalan-kepalan tanah pada akarnya, supaya tidak layu.

Sebaiknya biji-biji selada dijaga kelembabannya agar cepat dan baik tumbuhnya. Setelah berumur 1 bulan (kira-kira berdaun 4 helai) barulah tanaman dipindahkan ke kebun yang telah disiapkan dengan jarak tanam 20 x 25 atau 25 x 25 cm.

Kemudian setelah 1/2 bulan berada di kebun (berumur 45 hari dari waktu menyebar), tanaman itu mulai diberi pupuk ZA sebanyak ± 3 kwintal tiap ha atau ± 2 gram tiap tanaman sejauh ± 5 cm dari batangnya.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah cara menjaga tanaman dari serangan penyakit. Penyakit yang penting ialah penyakit busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani Khun. Penyakit ini sering menyerang tanaman muda (waktu di persemaian). Akan tetapi penyakit ini dapat diberantas dengan Bubur Bordeaux atau K.O.C. 0,5—2% asalkan belum terlambat.

Hama-hama terpenting lainnya yang perlu diberantas adalah hama kutu daun (Mysiz persicae Sulzer), karena disamping dapat merusak daun-daun selada, kutu-kutu ini dapat membawa penyakit virus yang dapat menimbulkan banyak kerugian sampai kepada gagal panen. Kutu-kutu daun ini dapat diberantas dengan semprotan Kelthane 0,2% atau obat-obat insektisida seperti Diazinon dan Bayrusil.

Masa panen selada / umur panen selada adalah sekitar 2 – 3 bulan dari waktu menabur. Cara memanen selada bisa dilakukan dengan jalan mencabut tanaman tersebut sampai akar-akarnya atau memotong bagian batang di atas tanah di bawah daun terbawah. Dalam 1 hektar setidaknya kita bisa memane 150 kwintal krop selada air. Cukup menggiurkan bukan ?

Semoga teman teman pembaca materipertanian.com bisa lebih mengerti akan cara budidaya selada yang baik dan benar. :)