CARA BUDIDAYA TANAMAN TOMAT YANG BAIK

Cara Budidaya Tanaman Tomat

Cara menanam pohon tomat yang baik dan benar itu seperti apa sih ?

Pada artikel sebelumnya kita sudah mengetahui beberapa ciri ciri tomat dan manfaatnya. Tomat diperbanyak dengan bijinya. Untuk budidaya tomat, sebaiknya gunakanlah benih ataupun bibit dari jenis jenis tomat unggulan.

Cara menanam benih tomat mula-mula dibuatkan persemaian. Sebaiknya tanah untuk persemaian itu diberi pupuk kandang yang telah jadi dan disterilkan.

Kemudian diberi atap yang menghadap ke timur (miring ke barat) setinggi 1 meter, agar supaya sinar matahari pagi dapat masuk sebanyak-banyaknya, sedangkan sinar matahari sore sedikit. Atap ini perlu sekali untuk menjaga kelembaban persemaian dan memperoleh suhu tetap.

Kemudian biji-biji / benih tomat ditaburkan di atas tanah persemaian dengan hati-hati dan tipis-tipis berbaris-baris dengan jarak antara barisan 5 cm. Untuk penanaman 1 ha, diperlukan sebanyak 300—400 gram biji. Menurut teori, untuk 1 ha hanya diperlukan 150 gram biji dengan daya kecambah 75%.

Biji tumbuh setelah 5 – 7 hari kemudian. Sebaliknya setelah bibit tomat berumur 2 minggu dalam persemaian, lalu dipindahkan dalam bumbung-bumbung yang dibuat dari daun pisang untuk memudahkan pemindahan ke kebun.

Sambil menunggu bibitnya cukup umur, tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 40 cm dan dibuatkan bedengan-bedengan yang lebarnya 1,40 – 1,60 meter.

Parit untuk pembuangan air atau tempat berjalan dapat dibuat 20 cm lebarnya. Saluran pembuangan air ini penting sekali untuk mencegah serangan penyakit layu. Kemudian pada bedengan-bedengan tadi dibuatkan lobang-lobang untuk bertanam. Jarak antara lobang 50-60 cm, jarak antara barisan lobang 70 – 80 cm, hingga tiap bedengan terdiri dari dua barisan lobang. Pada tiap-tiap lobang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak: 0,5 – 1 kg, hingga untuk tanah 1 ha, diperlukan 20 ton pupuk kandang.

Setelah bibit berumur 1 bulan (kira-kira berdaun 4 helai), pindahkan tanaman muda itu ke kebun pada lobang-lobang yang telah tersedia. Pada tiap lobang ditanamkan 1 batang tanaman yang sehat, kuat dan subur tumbuhnya.

Bilamana perlu, sesudah ditanam segera diberi tutup dari daun-daunan (pelepah pisang misalnya), untuk mencegah teriknya sinar matahari atau pukulan air hujan yang mungkin jatuh. Tutup dibuka setelah tanaman sehat kembali atau terbangun (biasanya 3 – 4 hari).

Kira-kira 2 minggu kemudian tanaman perlu dipupuk dengan pupuk buatan berupa campuran ZA, DS, dan ZK, dengan perbandingan 2:3:1, sebanyak 20 gram tiap tanamam.

Pupuk ini diberikan di sekeliling tiap tanaman sejauh ± 5 cm dari batangnya. Caranya ialah, mula-mula dibuatkan alur-alur (garitan-garitan) melingkari batang-batangnya. Setelah pupuk diletakkan dalam alur-alur tersebut, barulah ditutup (ditimbuni) dengan tanah.

Pemberian pupuk buatan ini diulangi sekali lagi setelah 2-3 minggu dari waktu pemupukan pertama. Dengan demikian untuk tiap ha tanaman dibutuhkan ± 2 kwintal ZA, 3 kwintal DS, dan 1 kwintal ZK. Pemberian pupuk buatan itu sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan waktu mendangir. Pada tanah tandus, pupuk ZA diberikan sampai 5 kwintal per ha.

Pada saat ini diadakan pula pemangkasan cabang, hingga pada tiap-tiap tanaman hanya tersisa 1-2 cabang utama, sedangkan yang lain dibuang. Perlu diperhatikan, bahwa tunas-tunas liar (tunas-tunas yang timbul pada ketiak-daun, yang hanya berbunga sedikit), supaya segera dibuang, karena tunas-tunas ini dapat mengurangi hasil buahnya.

Umur panen tanaman tomat / masa panen tanaman tomat adalah 3 bulan sejak waktu penyemaian. Pemanenan tomat jangan sampai terlambat, karena jika terlalu masak atau tua (terlalu merah), banyak buah yang jatuh dan tidak tahan dikirimkan jauh (transport).

Buah yang baik untuk keperluan dapur (konsumsi) bukan untuk bibit adalah yang warnanya kekuning-kuningan (semburat). Tanaman yang baik dan tidak terserang penyakit, dapat menghasilkan 100 250 kwintal buah tomat/ha.

Cara merawat tanaman tomat yg baik itu seperti apa sih ?

Penjagaan atau perawatan tanaman tomat yang penting terdiri atas:

  • membersihkan rumput-rumput jahat yang mungkin ada
  • memberi air bila kekeringan dan membuang airnya apabila becek
  • memberi ajir-ajir dari bambu, supaya tanaman jangan roboh dan
  • mengadakan pemberantasan hama-hama dan penyakit sebelum terlambat.

Itulah sedikit tips cara budidaya tanaman tomat yang baik dan benar. Semoga bermanfaat ! Baca juga jenis hama dan penyakit pada tanaman tomat dan cara pengendaliannya :)