CARA BUDIDAYA TIMUN YANG BENAR

Arikel cara budidaya tanaman timun ini akan menjelaskan syarat tumbuh mentimun, hama dan penyakit pada tumbuhan timun & panduan budidaya tanaman mentimun / cara menanam timun dengan baik dan benar.

Cara Budidaya Timun Yang Benar

Bagaimana cara menanam timun yang baik dan benar ?

Timun adalah tanaman semusim yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantaraan alat pemegang yang berbentuk pilin (spifal). Panjang batangnya 0,5 m – 1,5 m.

Mentimun sangat digemari oleh setiap orang karena buahnya segar jika dimakan mentah sebagai lalapan, dan rasanya dingin serta banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.

Syarat Tumbuh Tanaman Timun

Apa saja syarat pertumbuhan mentimun ?

Timun dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Akan tetapi yang terbaik adalah di dataran rendah. Tanaman ini tidak banyak membutuhkan perawatan. Oleh karena itu di dataran rendah orang banyak bertanam timun, misalnya di Dramaga dan Ciomas (Bogor). Luas areal penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500 – 17.500 ha.

Syarat tanah untuk menanam mentimun yaitu tanah tersebut haruslah banyak mengandung air, terutama waktu berbunga, air tanahnya tidak menggenang (stagnasi) dan tidak terlalu banyak hujan. Jadi akan baik sekali jika penanamannya dilakukan pada musim kemarau (iklim kering). Tingkat derajat keasaman tanahnya (pH) antara 6 – 7. Selain itu, sinar matahari juga penting untuk pertumbuhannya karena tanaman ini tidak senang berada pada tempat-tempat yang teduh (terlindung).

Waktu bertanam yang paling baik adalah pada akhir musim hujan (bulan Maret/April) atau pada musim kemarau, asalkan kebutuhan air dapat terpenuhi (disiram atau diairi).

Bagaimana cara menanam mentimun yang baik dan benar

Timun diperbanyak dengan biji, dan biji (benih timun) tersebut bisa langsung ditanamkan di kebun tanpa melalui persemaian terlebih dahulu.

Cara menanam timun : mula-mula tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 30 cm, kemudian diratakan dan dibuatkan lobang-lobang tanam yang jaraknya antara masing-masing 50 cm dan jarak antara barisan lobang 1 meter. Kemudian pada tiap-tiap lobang diberikan pupuk kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak 1 – 2 kg. Selanjutnya pada tiap-tiap lobang itu ditanamkan 2-3 biji timun, kemudian ditutup dengan tanah tipis. Untuk penanaman 1 ha diperlukan 3 kg biji timun. Biji timum akan tumbuh setelah 3 – 5 hari kemudian.

Sesudah tanaman berumur 2 minggu dari waktu penanaman, pemilihan mulai dilakukan, yakni dengan membuang tanaman yang “lemah”.

Sesudah tanaman berumur 1 bulan, kita lakukan pemupukan susulan dengan pupuk anorganik yang berupa campuran pupuk ZA, DS dan ZK dengan perbandingan 1:2:1 sebanyak 20 gram tiap tanaman (lobang), atau 1 kwintal ZA, 2 kwintal DS dan 1 kwintal ZK setiap ha. Pupuk buatan itu diletakkan di sekeliling tiap tanaman sejauh ± 15 cm dari batangnya.

Sebaiknya waktu pemupukan dilakukan pada saat yang bersamaan dengan mendangir. Pada musim hujan, sebaiknya tanaman dirambatkan pada lanjaran seperti halnya pada kacang panjang. Pada saat itu biasanya tanaman telah mulai berbunga, akan tetapi biasanya masih berbentuk bunga jantan. Jika tumbuhnya tanaman itu terlalu gemuk, maka perlu dipangkas, yakni dengan jalan memotong ujung-ujung tanaman tersebut.

Hama dan Penyakit Pada Tumbuhan Timun

Selanjutnya penjagaan tanaman yang penting ialah memberantas hama oteng-oteng (Epilachna sp.) yang sering memakan daun-daun timun. Hama ini dapat diberantas dengan semprotan obat insektisida, misalnya Folidol atau Diazinon 0,2%.

Kita juga harus waspada terhadap penyakit layu. Penyakit layu pada tanaman mentimun disebabkan oleh sejenis bakteri dan penyakit-penyakit virus mozaik. Biasanya penyakit layu banyak terjadi pada musim hujan, yakni apabila tanahnya terlalu basah.

Bila keadaan malam hari mendung, maka sering timbul penyakit embun yang disebut ’’downy mildew”. Memberantas penyakit mildew embun (Pseudoperenospora cubensis Berk & Curt.) (Rostow) bisa dilakukan dengan menyemprotkan Dithane M-45 atau Antracol 0,2% asalkan belum terlambat.

Berapa lama masa panen tanaman mentimun ?

Umur panen tanaman timun 2 – 3 bulan dari waktu penanaman. Tanaman timun yang baik bisa menghasilkan sekitar 200 kwintal buah setiap hektarnya.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai cara budidaya timun yang benar. Semoga bermanfaat ! Baca juga macam macam jenis timun & cara menanam sawi yang benar :)