CARA MENANAM PARE YANG BAIK DAN BENAR

Artikel tentang pare berikut ini akan menjelaskan mengenai :

  • Definisi tanaman pare
  • Ciri ciri tanaman pare
  • Syarat tumbuh pare
  • Varietas tanaman pare / varietas paria dan
  • Cara menanam pare yang bagus (teknik budidaya pare)

Pengertian Tanaman Pare

Pare adalah tanaman setahun yang bersifat merambat (menjalar) dengan perantaraan alat pemegang yang berbentuk pilin. Batangnya panjang kecil dan daunnya bercangap menjari. Nama lain dari pare adalah paria.

Tanaman pare ini rasanya pahit namun dapat merangsang selera makan. Buah paria juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B dan vitamin C. Buah paria dapat dibuat sambel goreng, dilalab masak dan lain sebagainya.

Manfaat tanaman pare bagi kesehatan antara lain untuk memperlancar pencernaan dan merangsang nafsu makan. Orang-orang yang suka sakit demam (sering menderita penyakit demam) dianjurkan supaya banyak makan paria (terutama orang-orang yang sering menderita penyakit malaria). Hal ini dikarenakan daun pare dapat dipergunakan sebagai obat untuk membersihkan darah.

Syarat Tumbuh Tanaman Pare

Tanaman pare bisa ditanam dimaa saja baik itu di daratan rendah, di tegalan maupun di pekarangan. Hal ini dikarenakan pare tidak memerlukan banyak sinar matahari sehingga dapat tumbuh dengan baik di tempat-tempat yang agak teduh.

Di dataran tinggi tanaman paria kurang baik hasilnya, biasanya buahnya menjadi kecil-kecil dan pertumbuhan buahnya kurang normal.

Syarat-syarat tumbuh tanaman pare yan terpenting yaitu tanahnya harus gembur, banyak mengandung humus dan derajat keasaman tanahnya (pH) antara 5 s/d 6. Karena tanaman ini tidak membutuhkan perawatan yang sulit, maka sangat dianjurkan untuk ditanam di pekarangan-pekarangan.

Waktu bertanam pare yang baik adalah pada awal musim hujan (September/Oktober) atau pada awal musim kemarau ( Maret/April).

Jenis Tanaman Pare

Nama latin pare adalah Momordica charantia L. Paria termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae. Jenis-jenis paria yang terkenal sebagai varietas unggul pare antara lain adalah :

  • Paria ular (Paria belut). Jenis buah pare ini buahnya bulat dan panjang sekali, hingga dapat mencapai 60 cm, berwarna hijau tua, akan tetapi tidak berbintil-bintil. Karena bentuknya yang panjang, buah paria ini dapat melengkung sampai berbentuk pilin. Rasanya tidak begitu pahit.
  • Paria hijau. Varietas tanaman pare ini buahnya lonjong, kecil, berwarna hijau dengan bintil-bintil yang agak halus. Rasanya pahit.
  • Paria putih. Varietas pare ini buahnya bulat panjang, besar dan berwarna putih. Pada permukaan kulitnya terdapat bintil-bintil seperti jerawat yang sangat besar. Jenis inilah yang sampai sekarang sangat digemari oleh masyarakat dikarenakan rasanya yang tidak begitu pahit.

Paria belut sebetulnya tidak termasuk ke dalam suku Momordica sp., akan tetapi termasuk Trichosanthus anguina L. Di Jawa Barat paria belut ini  jarang ditanam orang. Yang banyak ialah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari ketiga macam jenis pare yang telah disebutkan diatas, setelah tua, buahnya akan berwarna kuning dan bijinya merah.

Cara Menanam Pare Yang Baik dan Benar

Apa saja tips budidaya pare dan bagaimana cara bercocok tanam pare yang baik dan benar ?

Tanaman pare diperbanyak dengan bijinya. Pilihlah jenis bibit paria yang unggul supaya hasil budidaya kita lebih maksimal.

Cara budidaya pare mula-mula tanah yang akan ditanami dibuat lobang-lobang, lebamya 30 cm dan dalamnya 20 cm. Jadi tidak perlu dicangkul, asalkan tidak terdapat rumput jahat atau alang-alang. Jarak antara lobang-lobang sekitar 60 – 100 cm dan jarak barisan antara lobang 200 cm.

Kemudian, tiap lobang diisi dengan pupuk kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak ± 1 kg. Abu dapur juga baik untuk dijadikan campuran pupuk kandang tersebut. Selanjutnya pada tiap lobang ditanamkan 2 – 3 biji paria. Biji dapat tumbuh setelah 4 – 7 hari.

Setelah tanaman mencapai tingginya 50cm, maka mulailah kita buat para-para setinggi 1 – 1,5 meter untuk dapat menjalarkan tanaman tersebut. Kalau tidak dibuatkan para-para dapat pula diberi ajir-ajir. Bila tidak, buahnya akan terkena tanah dan mungkin dapat busuk.

Untuk penanaman di pinggir-pinggir pagar, tanaman bisa dirambatkan pada pagar-pagar tadi dengan syarat biji-biji pare harus ditanam di sepanjang pagar tersebut.

Pupuk buatan (jenis pupuk anorganik) biasanya tidak diberikan, akan tetapi untuk memperoleh hasil yang memuaskan dapat pula dianjurkan. Pupuk buatan bisa dari campuran pupuk ZA, DS, dan ZK dengan perbandingan 1:2:2 sebanyak ± 15 gram tiap tanaman, yang diberikan di sekeliling tiap tanaman sejauh ± 10 cm dari batangnya.

Pemupukan ini sebaiknya dilakukan pada waktu tanaman berumur 1 bulan, dan diberikan bersamaan waktunya dengan mendangir. Setelah tanaman berumur 1,5 – 2 bulan, tanaman pare akan sudah mulai muncul bunga betina dan biasanya dapat menjadi buah.

Buah muda yang telah jadi harus segara kita bungkus dengan kertas atau daun pisang kering agar tidak terserang oleh berbagai jenis hama tanaman pare seperti lalat-lalat buah (Dacus cucurbitae sp.) yang dapat menyebabkan buahnya menjadi bernoda-noda kuning, lalu busuk.

Untuk varietas paria belut, pembungkusan buah tidak perlu dilakukan. Buah-buah muda sebaiknya juga digantungi (dibebani) kayu kecil atau sabut kelapa yang diikatkan pada ujung-ujung buah supaya buahnya menjadi lurus. Tidak lupa kita membuang rumput-rumput jahat yang mungkin terdapat di sekeliling tanaman.

Berapa umur panen tanaman pare ?

Usia panen tanaman pare adalah sekitar 3 bulan sejak ditanam. Pemanenan buah pare jangan sampai terlambat karena dapat menyebabkan buah paria menjadi keras, pahit dan tidak enak dimakan. Hasil panen pare dapat mencapai hingga 30 buah paria setiap pohonnya. Gimana.. apakah kamu tertarik untuk ikut berbudiya tanaman pare ?

Nah sekarang kamu pasti sudah paham tentang cara menanam pare yang baik dan benar bukan ? Baca juga cara budidaya labu siam yang baik dan benar :)