HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KUBIS

Artikel kubis ini akan menjelaskan jenis hama tanaman kubis dan cara pengendaliannya & jenis jenis penyakit tanaman kubis.

Hama Tanaman Kubis

Apa saja contoh hama kubis dan penanggulangannya ?

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kubis wajib diketahui bagi seseorang yang ingin berbudidaya tanaman kubis. Hama kubis yang seringkali ditemui antara lain adalah sebagai berikut :

Ulat kubis Plutella maculipennis

Ulat ini memakan bagian daging daun (epidermis) sebelah bawah yang masih muda, terutama pada pucuk-pucuk daun, hingga timbul urat-urat daun, hanya bagian epidermis sebelah atas yang tidak dimakan. Akan tetapi jika belum terlambat dapat diberantas dengan semprotan insektisida. Diazinon atau Bayrusil, dengan konsentrasi larutan 0,1 – 0,2% yang dilakukan tiap seminggu sekali, tergantung pada keadaan hujan.

Pada musim hujan penyemprotan ini harus sering dilakukan. Penyemprotan jangan dilakukan ± 2 minggu sebelum krop akan dipungut untuk menghindari hal-hal yang mungkin timbul akibat racun ulat tersebut terhadap manusia.

Ulat kubis Crocidolomia binotalis

Hama pada tanaman kubis ini sering menyerang daun yang masih muda, terutama pada krop-kropnya. Dengan demikian kalau ulat itu sudah masuk ke dalam krop, akan sulit diberantas. Ulat-ulat ini dapat diberantas dengan semprotan insektisida. Bayrusil atau Diazinon 0,1 – 0,3%.

Contoh hama pada tanaman kubis lainnya antara lain anjing tanah, siput, jangkrik dan gangsir.

Penyakit Tanaman Kubis

Macam jenis penyakit pada tanaman kubis antara lain adalah sebagai berikut :

Busuk hitam

Penyakit busuk hitam disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris. Ciri-ciri serangan penyakit pada kubis ini ditandai dengan munculnya warna kuning pada daun yang berbentuk huruf V. Penyakit busuk hitam ini sampai sekarang belum dapat diberantas. Pencegahannya ialah, jangan menanami tempat-tempat bekas tanaman Cruciferae dan hendaknya menggunakan biji-biji kubis yang sehat atau varitas resisten.

Busuk Lunak

Penyakit busuk lunak disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovorus. Penyakit ini ditandai dengan pembusukan yang sekonyong-konyong pada krop dan batang kubis. Penyakit ini pun sampai sekarang belum dapat diberantas. Biasanya penyakit ini mengikuti serangan bakteri busuk hitam.

Busuk Akar

Penyebab penyakit pada tanaman kubis ini adalah cendawan Rhizoctonia sp. Penyakit busuk akarini sering menyerang tanaman muda di persemaian, dengan tanda-tanda menjadi layunya bibit-bibit tersebut (akar dan leher akar menjadi busuk) dengan serentak. Jika belum terlambat, cendawan ini dapat diberantas dengan semprotan ’’Bubur Bordeaux” atau KOC, atau Dithane M-45 0,2%.

Untuk mencegah timbulnya serangan busuk akar (damping-off) ini, maka tanah persemaian tersebut perlu disterilkan dengan larutan formalin 4%, sebanyak 10 liter larutan tiap-tiap m2 yang dilakukan 2 minggu sebelumnya. Sebaiknya tanah yang akan diobati dibasahi dengan air lebih dulu untuk meratakan obatnya. Pensterilan tanah dengan pengasapan kiranya lebih baik dari pada dengan formalin tersebut.

Bengkak Akar

Penyakit bengkak akar disebabkan oleh cendawan Plasmndiophora brassicae. Penyakit ini sulit diberantas dan dapat hidup lama dalam tanah yang pH-nya dibawah 7.

Semoga artikel hama dan penyakit pada tanaman kubis ini bisa menambah wawasan kamu mengenai jenis dan cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kubis. Lihat juga varietas tanaman kubis & cara budidaya kembang kol :)