KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI CENGKEH

Artikel tentang cengkeh ini akan menjelaskan ciri ciri cengkeh lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman cengkeh / klasifikasi dan deskripsi cengkeh.


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Cengkeh

Cengkeh atau cloves dalam Bahasa Inggris berarti tangkai bunga kering yang beraroma. Tanaman cengkeh ini adalah tanaman asli Indonesia dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan atau bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Tanaman cengkeh adalah tanaman pohon tahunan yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10 – 20 m. Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi cengkeh  :


Klasifikasi Tanaman Cengkeh

Apa klasifikasi ilmiah cengkeh ?


Klasifikasi tumbuhan cengkeh dan nama ilmiah cengkeh adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
ORDO : Myrtales
FAMILI : Myrtaceae
GENUS : Syzygium P. Br.
SPESIES : Syzygium aromaticum (L.)

Tabel : klasifikasi cengkeh


Morfologi Tanaman Cengkeh

Apa ciri ciri morfologi cengkeh / ciri ciri tumbuhan cengkeh ?


Ciri khusus cengkeh / ciri khas cengkeh antara lain sebagai berikut :

Morfologi Daun Cengkeh

Daun cengkeh bukan merupakan daun lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petioles) dan helaian daun (lamina), tetapi tidak ada upih/pelepah daun. Daun cengkeh berbentuk lonjong dan berbunga pada bagian ujungnya. Daun cengkeh ini termasuk daun majemuk karena dalam satu ibu tangkai terdapat lebih dari satu daun.

Morfologi Batang Cengkeh

Batang tanaman cengkeh yaitu berkayu, keras, kuat, dan tinggi. Bentuknya membulat (teres), permukaan luar batangnya kasar dan mempunyai cabang-cabang yang dipenuhi banyak ranting. Arah tumbuh batang pohon cengkeh yaitu tegak lurus (erectus). Cara percabangan dari rantingnya yaitu monopodial karena bisa dibedakan antara batang pokok dan cabangnya. Arah tumbuh cabangnya condong ke atas. Pohon cengkeh dapat bertahan hidup hingga puluhan tahun.

Morfologi Akar Cengkeh

Sistem perakaran pohon cengkeh adalah akar tunggang, yaitu akar pokok yang berasal dari akar lembaga, kemudian akar ini bercabang-cabang. Bentuk akar tunggangnya menyerupai bentuk tombak (fusiformis). Akar cengkeh ini kuat sehingga bisa menahan pohon tetap tegak sampai puluhan tahun. Bagian akar yang dekat dengan permukaan tanah banyak tumbuh bulu akar. Bulu akar ini berguna untuk mengambil nutrisi dari tanah untuk tanaman.

Morfologi Bunga Cengkeh

Bunga cengkeh muncul pada ujung ranting daun, tangkainya penden dan bertandan. Bunga cengkeh merupakan bunga majemuk yang berbatas karena ujung ibu tangkainya selalu ditutup bunga. Bunga cengkeh terdiri dari tangkai, ibu tangkai, dan dasar bunga. Bunga cengkeh adalah bunga tunggal. Dasar bunga menjadi pendukung benang sari dan putik.

Morfologi Buah & Biji Cengkeh

Cengkeh mempuyai tangkai buah pada masa awal yang berwarna hijau, dan berwarna merah saat sudah mekar. Buah cengkeh termasuk buah semu karena ada bagian bunga yang ikut ambil bagian dalam pembentukan buah. Buahnya tersusun atas bagian-bagian pada kulit buah antara lain, epikarpium, mesokarpium, dan endokarpium.

Tanaman cengkeh bisa menghasilkan biji setelah tanaman berumur 5 tahun. Bijinya terdiri atas kuli, tali pusar, dan inti biji. Semakin tua umur tanaman, maka kualitas biji cengkeh akan menurun dan tidak dapat digunakan lagi untuk industri.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan cengkeh secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman cengkeh ya ! Baca juga klasifikasi dan ciri ciri morfologi cendana :)