KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI JAHE

Artikel tentang jahe ini akan menjelaskan ciri ciri jahe lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman jahe (klasifikasi dan deskripsi jahe).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Jahe

Siapa yang tidak kenal dengan tanaman Jahe (Zingiber officnale Rosc.) ? Tanaman yang biasanya dimanfaatkan sebagai bumbu masak, pengobatan dan minuman ini sudah dikenal dan dimanfaatkan dalam dunia pengobatan sejak tahun 1500 di beberapa wilaya di Asia.

Ada 2 jenis jahe yang sering kita manfaatkan dan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan jahe putih (Zingiber officnale var. amarum). Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi jahe  :


Klasifikasi Tanaman Jahe

Apa klasifikasi ilmiah jahe ?


Klasifikasi tumbuhan jahe & nama ilmiah jahe adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
ORDO : Zingiberales
FAMILI : Zingiberaceae
GENUS : Zingiber Mill
SPESIES : Zingiber officinale Roscoe

Tabel : klasifikasi jahe

Dalam klasifikasi ilmiah tumbuhan, tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom Tracheobionta, Superdivisi Spermatophyta, Divisi Magnoliophyta, Subdivisi Angiospermae, Kelas Monocotyledoneae, Subkelas Zingiberidae, Ordo Zingiberales, Famili Zingiberaceae, Genus Zingiber P. Mill dan Species Zingiber officinale. (US National Plant Database 2004).


Morfologi Tanaman Jahe

Apa ciri ciri morfologi jahe / ciri ciri tumbuhan jahe ?


Ciri khusus jahe / ciri khas jahe :

Jahe adalah tanaman tahunan, berbatang semu, dan berdiri tegak dengan tinggi mencapai 75 cm. Secara morfologi, tanaman jahe tersusun atas akar, rimpang, batang, daun, dan bunga. Sistem perakaran tanaman jahe adalah akar tunggal yang semakin tumbuh berkembang seiring dengan umur tanamnya, lalu membentuk rimpang serta tunas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru. Tunas akan tumbuh di bagian atas rimpang sedangkan akarnya tumbuh di bagian bawah rimpang.

Morfologi Batang Jahe

Tanaman jahe memiliki batang yang tumbuh tegak lurus, bentuknya bulat pipih, tidak mempunyai cabang, tersusun atas seludang-seludang dan pelepah daun yang saling menutupi hingga terlihat seperti batang. Batang jahe bagian luar mengandung lilin dan mengkilap, berair, warnanya hijau pucat, dan bagian pangkal berwarna kemerahan. Bagian batang yang ada di dalam tanah itu berdaging, bernas, berbuku-buku dan bercabang-cabang.

Morfologi Daun Jahe

Lalu bagian daunnya, daun tanaman jahe terdiri atas pelepah dan helaian. Pelepah daun melekat dan membungkus satu sama lain sehingga membentuk batang. Di bagian atas permukaan daun ada bulu-bulu putih. Jika air yang tersedia mencukupi, maka bagian pangkal daun akan ditumbuhi tunas dan menjadi rimpang baru.

Morfologi Rimpang Jahe

Rimpang jahe itu hasil modifikasi bentuk dari batang yang tidak teratur. Bagian luar dari rimpang dilindungi oleh daun yang bentuknya seperti sisik tipis melingkar. Nah, rimpang jahe ini yang memiliki nilai ekonomi dan sering dimanfaatkan untuk bermacam-macam keperluan seperti dijadikan rempah, bumbu masak, bahan baku obat tradisonal, makanan, minuman, dan bahkan parfum.

Morfologi Bunga Jahe

Bunga pada tanaman jahe terletak di ketiak daun pelindung, bentuknya bervariasi, ada yang panjang, bulat oval, lonjong, runcing, atau pun tumpul. Ukuran panjang bunga jahe kira-kira 2-2,5 cm dan lebarnya 1-1,5 cm. Menurut Rugayah (1994), bunga jahe itu terbentuk langsung dari rimpang, disusun dalam rangkaian bulir yang bentuknya silinder. Setiap bunga dilindungi oleh daun pelindung. Oh iya, jahe merupakan tanaman berkelamin dua (hermaprodit), pada masing-masing bunga terdapat dua tangkai sari, dua keeping kepala sari dan satu calon buah.

Jahe dibedakan menjadi tiga kultivar berdasarkan bentuk, warna dan ukuran rimpang, diantaranya jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah. Jahe merah ini sering dimanfaatkan dalam pembuatan jamu tradisional. Rasanya pedas, kandungan airnya sedikit, rimpangnya ramping dan berwarna merah atau jingga adalah ciri khas dari kultivar jahe yang satu ini.

Kandungan minyak atsiri yang tinggi menjadi alasan kenapa kultivar jahe merah banyak dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional, karena selain minyak atsiri, di dalam jahe merah juga terkandung zat gingerol dan oleoresin yang berfungsi sebagai obat pencernaan dan perut kembung, sakit kepala, sakit kerongkongan, mulas dan batuk kering.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan jahe secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman jahe ya teman ! Baca juga klasifikasi dan ciri ciri morfologi jagung manis :)