KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI KAKAO

Artikel tentang kakao ini akan menjelaskan ciri ciri kakao lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman kakao (klasifikasi dan deskripsi kakao).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Kakao

Kakao adalah tanaman pohon tahunan (Perennial) dengan tinggi mencapai 5 meter. Indonesia merupakan negara pemasok komoditi kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading (38%) dan Ghana (20%) dengan presentase ekspor 13%.

Perkebunan kakao telah berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir dengan pengelolaan perkebunan sebagai besar dikelola oleh rakyat (87,4%) dan selebihnya dikelola oleh negara sebesar 6% serta perkebunan swasta 6,7%. Rata-rata produksi kakao nasional sebesar 897 kg/ha/tahun.

Dengan fakta-fakta tersebut, kakao telah berkembang menjadi salah satu komoditi pertanian ekspor unggulan Indonesia. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi kakao :


Klasifikasi Tanaman Kakao

Apa klasifikasi ilmiah kakao ?


Nama ilmiah kakao atau nama latin kakao adalah Theobroma cacao L. Klasifikasi tumbuhan kakao adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
ORDO : Malvales
FAMILI : Malvaceae
GENUS : Theobroma L
SPESIES : Theobroma cacao L.

Tabel : klasifikasi kakao


Morfologi Tanaman Kakao

Apa ciri ciri morfologi kakao / ciri ciri tumbuhan kakao ?


Berikut ini adalah ciri ciri khusus kakao / ciri khas kakao :

Morfologi Akar Tanaman Kakao

Sistem perakaran tanaman kakao adalah akar tunggang (radix primaria). Panjang pertumbuhan akar ini bisa mencapai 8 meter secara horizontal dan 15 meter ke arah bawah. Untuk jenis kakao yang diperbanyak secara vegetatif, akar kakao tidak membentuk akar tunggang pada awalnya, melainkan akar-akar serabut yang banyak, baru setelah dewasa tanaman akan membentuk dua akar yang menyerupai akar tunggang.

Morfologi Batang dan Cabang Tanaman Kakao

Pada awal pertumbuhan, tanaman kakao yang diperbanyak dengan biji (secara generatif) akan membentuk batang utama sebelum tumbuh cabang-cabang primer. Letak pertumbuhan cabang-cabang tersebut disebut jorket, jorket ini tidak terdapat padda kakao yang diperbanyak secara vegetatif.

Arah pertumbuhan cabang-cabang pada tanaman kakao ini adalah ke atas (orthotrop) dan samping (plagiotrop). Dari batang dan kedua jenis cabang ini sering ditumbuhi tunas-tunas air yang banyak menyerap energi, makanya jika dibiarkan tumbuh akan mengurangi pembungaan dan pembuahan.

Morfologi Daun Kakao

Daun kakao adalah daun tunggal, yaitu pada tangkai daun kakao hanya terdapat satu helaian daun saja. Bentuk tangkai daunnya yaitu bulat oval, dan bangunnya memanjang. Ujung dan pangkal daun meruncing dan tepi daunnya berbentukr rata. Panjang daun kakao yaitu sekitar 10 – 48 cm dengan lebar 4 – 20 cm. Susunan pertulangan daunnya menyirip, artinya tulang daun adalah terusan dari tangkai daun, dan ibu tulang berjalan dari pangkal ke ujung. Warna daun kakao ini hijau.

Morfologi Buah dan Bunga Kakao

Bunga kakao adalah bunga sempurna dan terdiri dari daun kelopak berjumlah 5 helai dan benang sari sebanyak 10 helai. Diameter bunganya 1,5 cm. Bunga disangga oleh tangkai bunga yang panjangnya antara 2 – 5 cm. Buah kakao mempunyai bentuk, ukuran dan warna yang bervariasi. Secara umum, warna buah kakao adalah hijau muda hingga hijau tua, dan menguning setelah masak, buah akan masak 6 bulan setelah penyerbukan.

Panjang buah kakao sekitar 10 hingga 30 cm. Buah muda yang ukurannya kurang dari 10 cm sering kali mengalami pengeringan karena gejala spesifik dari tanaman kakao. Hal ini disebabkan karena adanya proses fisiologi yang menyebabkan penyaluran nutrisi yang menunjang pertumbuhan buah muda terhambat. Gejala ini bisa juga disebabkan karena adanya kompetisi energi dan nutrisi antara vegetatif dan generatif.

Morfologi Biji Kakao

Biji kakao tidak mempunyai masa dormansi sehingga tidak mungkin menyimpan biji untuk benih dalam waktu yang lama. Biji kakao ini diselimuti oleh lapisan lunak putih yang rasanya manis. Lapisan lunak ini akan menghambat perkecambahan, makanya lapisan lunak atau yang sering disebut pulp ini dibuang terlebih dahulu jika hendak dijadikan benih. Karena jika pulp tidak dibuang, maka biji akan mengalami proses fermentasi dan hal ini merusak biji itu sendiri. Biji kakao ini yang sering dimanfaatkan oleh manusia, untuk diolah menjadi cokelat.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan kakao secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman kakao ya teman ! Baca juga klasifikasi dan ciri ciri morfologi kacang tanah :)