KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI KOPI

Artikel tentang tanaman kopi ini akan menjelaskan ciri ciri kopi lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman kopi (klasifikasi dan deskripsi kopi).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Kopi

Kenal sama tanaman kopi? Pasti kenal donk, tanaman yang bijinya diolah menjadi minuman ini sangat popular di dunia. Mulai dari pekerja kantoran, buruh tani, bapak-bapak, hingga mahasiswa sangat menyukai kopi ini. Selain rasa dan aromanya yang khas, kopi juga mempunyai kandungan bernama kafein yang mampu membuat kita tetap terjaga.

Meskipun kopi itu tanaman tahunan, tetapi umumnya perakaran tanaman kopi dangkal yang menyebabkan tanaman ini mudah mengalami kekeringan. Para petani kopi sering mengakalinya dengan menaruh mulsa di daerah perakaran tanaman kopi. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi kopi :


Klasifikasi Tanaman Kopi

Apa klasifikasi ilmiah kopi ?


Nama ilmiah kopi atau nama latin kopi adalah Coffea canephora Pierre untuk kopi robusta, Coffea arabica L. untuk kopi arabika, dsb tergantung spesies. Klasifikasi tumbuhan kopi adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Asteranae
ORDO : Gentianales
FAMILI : Rubiaceae
GENUS : Coffea L.
SPESIES : Coffea arabica L.
SPESIES : Coffea benghalensis B.
SPESIES : Coffea canephora Pierre
SPESIES : Coffea stenophylla G. Don
SPESIES : Coffea congensis A. Froehner
SPESIES : Coffea liberica W. Bull

Tabel : klasifikasi kopi


Morfologi Tanaman Kopi

Apa ciri ciri morfologi kopi / ciri ciri tumbuhan kopi ?

Ciri khusus kopi / ciri khas kopi yaitu:


Morfologi Akar Kopi

Kopi termasuk keluarga Rubiacceae, bijinya berkeping dua (dikotil), sehingga memiliki akar tunggang. Morfologi akar tanaman kopi ini cukup unik yaitu akar tunggangnya tumbuh dari akar lembaga yang tumbuh terus menerus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang dan kemudian menjadi akar yang lebih kecil lagi.

Pada akar tunggang, ada beberapa akar kecil yang tumbuh ke samping yang sering disebut akar lebar. Akar lebar ini akan memunculkan rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar dan tudung akar. Rambut-rambut akar berguna untuk memperluas area penyerapan air dan nutrisi untuk tanaman, sedangkan tudung akar berfungsi untuk melindungi akar ketika menyerap unsur hara dari tanah.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, tanaman kopi mempunyai akar tunggang. Hal ini membuat tanaman kopi bisa berdiri kokoh dan tidak mudah rebah. Tapi, akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan (okulasi) yang batang bawahnya merupakan semaian. Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek, cangkokan atau bibit okulasi yang batang bawahnya berupa stek, akar tunggang tidak ada sehingga relatif mudah rebah.

Morfologi Batang Kopi

Pada pembahasan di atas, kita sudah mengetahui jika tanaman kopi termasuk tumbuhan biji belah (dikotil) yang memiliki bentuk batang bagian bawah lebih besar dan ujungnya semakin mengecil. Morfologi batang tanaman kopi tegak lurus ke atas dan beruas-ruas hampir pada setiap tumbuh kuncup-kuncup pada batang dan cabang.

Pada susunan batang-batang itu, sering tumbuh cabang yang tegak lurus (orthotrop), dan bila dibiarkan tumbuh bisa mencapai tinggi 12 m. Tanaman kopi mempunyai sistem percabangan yang berbeda dengan tanaman lain. Cabang-cabang pada tanaman kopi di antaranya:

  • Cabang reproduksi (orthotrop) adalah cabang yang tumbuhnya tegak lurus, cabang ini berasal dari tunas reproduksi yang terletak di setiap ketiak daun pada batang utama (primer). Setiap ketiak daun mempunyai 4-5 tunas reproduksi, sehingga jika cabang reproduksi mati bisa diperbaharui sebanyak 4-5 kali.
  • Cabang utama (plagiotrop) adalah cabang yang tumbuh pada yang tumbuh pada batang utama atau cabang reproduksi. Setiap ketiak daun hanya mempunyai satu tunas utama, sehingga jika cabang ini mati maka di tempat itu sudah tidak dapat tumbuh cabang utama lagi.
  • Cabang sekunder, cabang yang tumbuh di cabang utama dan berasal dari tunas sekunder. Cabang ini mempunyai sifat seperti cabang utama dan bisa menghasilkan bunga.
  • Cabang kipas, cabang reproduksi yang tumbuh kuat pada cabang utama karena pohon sudah tua.
  • Cabang pecut adalah cabang kipas yang tidak bisa membentuk cabang utama.
  • Cabang balik, cabang reproduksi yang tumbuh pada cabang utama, berkembang tidak normal dan mempunyai arah pertumbuhan menuju ke dalam makota tajuk.
  • Cabang air, cabang reproduksi yang mempunyai ruas-ruas daun panjang dan lunak serta banyak mengandung air.

Morfologi Daun Kopi

Organ daun tanaman kopi tersusun dari tangkai daun (petioles) dan helaian (lamina). Daunnya berbentuk jorong, tumbuh pada batang, cabang, dan ranting-ranting yang tersusun berdampingan pada ketiak. Daun kopi berwarna hijau. Ujung daun tanaman kopi meruncing, sedangkan pangkal daun memiliki tepi yang tidak pernah bertemu, terpisah oleh pangkal ujung tangkai daun yang berbentuk tumpul.

Daun tanaman kopi memiliki tulang daun yang menyirip. Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang terbentang dari pangkal hingga ke ujung, dan merupakan terusan dari tangkai daun. Tepi daun pada tanaman kopi berombak, dan permukaan daunnya memliki sifat licin dan mengkilat. Tetapi ciri-ciri daun bisa berbeda tergantung dari varietas tanaman.

Morfologi Bunga Kopi

Tanaman kopi termasuk ke jenis planta multiflora karena mampu menghasilkan bunga banyak. Letak bunga kopi ada pada ketiak daun dengan bunga yang membentuk suatu rangkaian yang bergerombol. Suatu rangkaian tersebut dinamakan bunga majemuk.

Bunga kopi memiliki alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Alat kelamin jantan terdiri atas sejumlah benang sari, sedangkan alat kelamin betina adalah bagian yang disebut putik. Tanaman kopi termasuk golongan monoceus (berumah satu), artinya bunga jantan dan bunga betina pada satu batang tumbuh. Tanaman kopi juga memiliki bakal buah yang duduk pada dasar bunga yang cekung. Bakal buah ini terdiri dari 2 butir biji.

Morfologi Buah Kopi

Buah kopi muda berwarna hijau muda, berubah menjadi hijau tua lalu kuning, dan setelah matang berwarna merah atau merah tua. Ukuran bijinya sekitar 12-18 mm untuk varietas arabika, dan 8-16 mm untuk jenis robuska. Daging buah kopi yang sudah matang penuh mengandung lender dan senyawa glukosa yang rasanya manis. Ada tiga lapisan kulit yang menyelimuti biji, yaitu kulit luar, kulit tengah, dan kulit dalam.

Morfologi Biji Kopi

Kopi termasuk golongan tumbuhan Angiospermae, yaitu tumbuhan dengan biji tertutup. Lapisan pertama disebut dengan kulit luar, lapisan yang keras seperti kayu, lapisan ini berfungsi melindungi biji kopi yang ada di dalamnya. Sedangkan lapisan kedua adalah kulit dalam, yaitu selaput tipis yang biasanya disebut kulit ari. Di dalam lapisan-lapisan itu terdapat inti biji yang terdiri dari dua bagian, yaitu lembaga dan putih lembaga. Lembaga atau embrio adalah calon individu baru, sedangkan putih lembaga atau albumen merupakan jaringan berisi cadangan nutrisi untuk masa perkecambahan.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan kopi secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman kopi ya teman ! Baca juga klasifikasi dan ciri ciri morfologi kelengkeng :)