KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI PADI (ORYZA SATIVA)

Artikel tentang padi ini akan menjelaskan ciri ciri padi lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman padi (klasifikasi dan deskripsi padi).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Padi (Oryza Sativa)

Padi adalah salah satu tanaman penting di Indonesia, hasil dari olahan padi yang berbentuk beras lalu kemudian nasi sudah menjadi makanan pokok dan sumber utama karbohidrat bagi sebagian besar penduduk Indonesia, bahkan dunia. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi padi :


Klasifikasi Tanaman Padi

Apa klasifikasi ilmiah padi ?


Nama ilmiah padi atau nama latin padi adalah Oryza sativa L. Klasifikasi tumbuhan padi adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Lilianae
ORDO : Poales
FAMILI : Poaceae
GENUS : Oryza L.
SPESIES : Oryza sativa L.

Tabel : klasifikasi padi


Morfologi Tanaman Padi

Apa ciri ciri morfologi padi / ciri ciri tumbuhan padi ?


Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari organ-organ tumbuhan, bentuk-bentuknya dan fungsi-fungsinya. Jangan salah, morfologi suatu tanaman itu sangat berpengaruh loh terhadap produktivitasnya.

Misalnya yah, efektivitas tanaman menangkap radiasi matahari, suhu mikro tajuk tanaman, ketersediaan air bagi tanaman karena perakarannya yang berbeda menyebarnya. Morfologi padi diantaranya adalah gabah, akar, daun, tajuk, batang, bunga, dan malai. Berikut ini ciri khusus  / ciri khas padi :

Morfologi Gabah Padi

Gabah itu biji-biji di tanaman padi yang dibungkus sekam. Bobot gabah beragam mulai dari 12-44 mg pada kadar air 0%, sedangkan bobot sekamnya sekitar 20% dari bobot gabah. Bagian-bagian gabah terbagi menjadi 6 bagian yaitu, beras (1); Palca (2); Lemma (3); Rakhilla (4); Lemma mandul (5); tangkai gabah (6).

klasifikasi dan morfologi padi

Morfologi Akar Padi

Akar banyak kegunaannya untuk tanaman, misalnya akar berguna sebagai ‘portal’ masuk unsur hara dari tanah untuk selanjutnya diteruskan ke organ tanaman lain yang membutuhkan, dan sebagai penunjang agar tanaman bisa berdiri tegak. Akar tanaman padi bisa dibedakan atas radikula (akar primer), akar serabut, akar rambut dan akar tajuk. Berikut adalah rincian morfologi akar tanaman padi :

  • Radikula (akar primer): akar yang tumbuh pas benih berkecambah. Pada benih yang lagi berkecambah timbul bakal akar dan batang. Nah bakal akar ini mengalami pertumbuhan ke arah bawah (dalam tanah) hingga akar tunggang terbentuk, sedangkan bakal batang akan tumbuh ke atas sehingga batang dan daun terbentuk.
  • Akar serabut: akar serabut akan tumbuh setelah 5-6 hari pembentukan akar tunggang
  • Akar rambut: fungsi akar ini penting, yaitu untuk menyerap air ataupun unsur hara yang berada di tanah. Akar rambut biasanya umurnya pendek dan panjangnya kurang lebih sama dengan akar serabut.
  • Akar tajuk: akar ini tumbuh dari ruas batang yang paling rendah. Akar tajuk ini ada yang letak kedalaman di tanahnya dangkal, dan ada yang dalam. Kalo misalnya kandungan oksigen di dalam tanah sedikit, maka akar-akar yang dangkal mudah berkembang.

Pertumbuhan akar sangat dipengaruhi ketersediaan unsur hara N di tanah, pertumbuhan akar hanya akan terjadi secara aktif kalo kadar N di bagian batang lebih dari 1%. Pertumbuhan akar juga berhubungan erat dengan pertumbuhan daun, kalo daun yang ke sekian di batang utama memanjang, maka akan muncul akar sekunder.

Struktur Morfologi Daun Padi

Daun merupakan organ tanaman yang (kebanyakan) warnanya hijau karena ada zat klorofil di sel-sel daun. Zat klorofil ini terletak di dalam sel, di organel kloropas tepatnya. Klorofil ini menyebabkan daun tanaman mampu mengolah sinar radiasi dari matahari dalam proses fotosintesis, untuk kemudian sinar radiasi itu dirombak menjadi karbohidrat/energi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tanaman lainnya.

Daun tanaman padi tumbuh di batang dengan susunan yang berselang-seling, satu daun pada setiap buku. Morfologi daun tanaman padi setiap daunnya terdiri atas helai daun, pelepah daun, telinga daun dan lidah daun. Telinga dan lidah daun pada tanaman padi berguna untuk membedakan padi dengan rumput-rumputan pada fase bibit karena daun rumput-rumputan cuman punya lidah atau telinga daun atau tidak ada sama sekali.

Helai daun terletak di batang padi dan pasti selalu ada, bentuknya memanjang seperti pita. Panjang atau lebarnya helai daun tergantung dari varietas padi, masing-masing varietas mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Pelepah daun adalah bagian daun yang menyelubungi batang, fungsinya memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak.

Lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan pelepah daun. Fungsi dari lidah daun sendiri yaitu untuk mencegah masuknya air hujan diantara sela-sela batang dan pelepah daun, dengan terhindarnya air hujan masuk diantara sela-sela maka resiko penyakit berkembang biak rendah karena media air yang memudahkan perkembangbiakan penyakit berkurang.

Morfologi Batang Padi

Batang merupakan organ tanaman padi yang vital perannya, selain berfungsi sebagai penopang tanaman, batang padi juga berguna sebagai penyaluran air dan unsur hara dalam tanaman, dan sebagai cadangan makanan.

Batang tanaman padi terdiri dari beberapa ruas-ruas, ruas-ruas itu lalu memanjang dan berongga setelah tanaman memasuki fase reproduktif, oleh karena itu fase reproduktif sering disebut juga fase perpanjangan ruas. Pada varietas-varietas unggul padi, batang dirancang untuk pendek dan kaku agar tanaman menjadi tahan rebah dan tanggap terhadap pemupukan nitrogen.

Kerebahan tanaman bisa menurunkan hasil tanaman. Kerebahan pada dasarnya terjadi karena 2 antarbuku batang terbawah melengkung atau patah. Unsur yang paling berpengaruh terhadap kekuatan batang adalah holoselulosa dan kalium, jika keseimbangan hara di tanaman optimal maka sel batang dan daun akan tetap hidup.

Sel-sel inilah yang menumbang 30-60% dari kekuatan patah batang. Oleh karena itu, menjaga daun bawah tetap hijau akan memperkuat tanaman terhadap kerebahan dalam fase pemasakan.

Morfologi Bunga Padi

Setiap unit bunga pada malai dinamakan spikelet, setiap kumpulan spikelet yang keluar dari buku paling atas dinamakan malai. Bulir-bulir padi berada pada cabang pertama dan kedua, sedangkan ruas buku yang terakhir pada batang adalah sumbu utamanya. Cara berbudidaya tanaman dan jenis varietas padi berpengaruh terhadap panjang malai.

Malai terdiri atas 8 hingga 10 buku yang menghasilkan cabang-cabang utama (primer), selanjutnya cabang primer menghasilkan cabang lagi (sekunder). Tangkai buah tumbuh dari buku-buku cabang primer atau cabang sekunder. Jumlah cabang pada setiap malai biasanya berkisar antara 15-20 buah.

morfologi oryza sativa

Morfologi bunga tanaman padi terdiri dari bagian kepala sari, tangkai sari, palea (belahan yang besar), lemma (belahan yang kecil), kepala putik, dan tangkai bunga. Bunga padi mempunyai perhiasan bunga (bunga telanjang), berkelamin dua jenis dengan bakal buah di atas. Benang sarinya berjumlah 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar dan mempunyai dua kandung serbuk.

Morfologi Buah dan Biji Padi

Sering kali kita menyebutnya biji padi atau butir/gabah, sebenarnya itu bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Jika bunga padi sudah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemma) yang semula menyatu akan membuka dengan sendirinya hingga membentuk sudut 3o-60o.

Nah, di dalam dua daun mahkota palea dan lemma itu ada bakal buah (karyiopsis). Jika buah padi sudah matang, kedua belahan mahkota itu yang menjadi pembungkus berasnya (sekam).


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan padi secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman padi ya teman ! Baca juga klasifikasi dan ciri ciri morfologi nangka :)