KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI SUKUN

Artikel tentang tanaman sukun ini akan menjelaskan ciri ciri sukun lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman sukun (klasifikasi dan deskripsi sukun).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Sukun

Nama lain sukun adalah buah roti, Uto (Fijian), arbe a pain (Perancis), Fruta pao(Portugal di Brazil). Disebut buah roti dikarenakan tekstur, rasa serta kandungannya mirip dengan roti.

Buah sukun merupakan sumber karbohidrat yang penting di kawasan Polynesia dan India Barat. Buah sukun dimakan setelah direbus, digoreng atau dimasak dengan cara lainnya.

Manfaat sukun antara lain :

  • Daging buahnya yang telah dikeringkan bisa dibuat tepung.
  • Kulit batangnya bisa menghasilkan serat untuk dijadikan bahan pakaian.
  • Batangnya menghasilkan kayu yang cukup keras, ringan namun cukup kuat untuk dijadikan bahan konstruksi seperti pembuatan perahu.
  • Daunnya bisa digunakan sebagai pakan ternak.
  • Getahnya berguna untuk bahan baku permen karet atau bisa digunakan untuk menjerat burung.

Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi sukun :


Klasifikasi Tanaman Sukun

Apa klasifikasi ilmiah sukun ?


Nama ilmiah sukun atau nama latin sukun adalah Artocarpus altilis. Klasifikasi tumbuhan sukun adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Rosales
FAMILI : Moraceae
GENUS : Artocarpus J.R. Forst. & G. Forst.
SPESIES : Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg

Tabel : klasifikasi sukun


Morfologi Tanaman Sukun

Apa ciri ciri morfologi sukun / ciri ciri tumbuhan sukun ?


Ciri khusus sukun / ciri khas sukun & struktur morfologi sukun yaitu :

Buah sukun banyak mengandung karbohidrat, kalsium, kalium, natrium, thiamin, riboflavin dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung flavanoid yaitu senyawa polifenol yang mampu mencegah kanker.

Pohon ini dapat tumbuh besar dengan tinggi hingga 14 meter. Bentuk daunnya berlobi besar.

Kulit buahnya memiliki segmen petak dengan bentuk poligonal, berwarna hijau kekuningan. Segmen poligonal inilah yang akan menentukan tingkat kematangan buah sukun.

Diameter buahnya 20-29cm bentuknya membulat dengan kulti buah tebal, berduri kasar, warnanya hijau kekuningan hingga coklat. Di dalam buah terdapat daging buah yang lembab berwarna kuning pucat atau keputihan,  mengelilingi lingkaran tengah buah. Tanaman ini diperbanyak dengan cangkokan, tempelan atau stek.

Tanaman sukun dapat beradaptasi pada kondisi iklim lemban panas, dapat tumbuh hingga ketinggi 1000 meter di atas permukaan laut, memerlukan curah hujan tahunan 1500—2000 mm dan suhu 25-30°C. Dapat juga ditanam pada berbagai kondisi tanah yang solumnya tebal dan mempunyai drainase yang baik. Tanaman ini jarang terserang hama dan penyakit.

Di Polynesia terdapat varietas-varietas yang berbiji dan yang tidak berbiji. Dalam hal budidaya sukun, penanaman sebaiknya dilakukan dengan jarak tanam 10-13 m. Buah dapat mulai dipetik pada umur 3-6 tahun. Buah harus dipetik ketika ia masih keras atau sebelum masak penuh. Hasil buah sekitar 700 butir/pohon/tahun dengan rata-rata berat buah 1-5 kg/butir


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan sukun secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman sukun ya teman ! Baca juga klasifikasi tanaman merica :)