KLASIFIKASI DAN CIRI CIRI MORFOLOGI TANAMAN ANGGREK

Artikel tanaman anggrek ini akan menjelaskan ciri ciri bunga anggrek lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman anggrek / klasifikasi dan deskripsi anggrek.


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Anggrek

Anggrek, terkenal karena bentuk dan warna bunganya yang menarik, tanaman ini sering digunakan sebagai hiasan taman, tanaman pot, dan bunga potong. Anggrek bisa dijumpai di seluruh penjuru dunia (kecuali Antartika dan padang pasir tentunya).

Tanaman yang termasuk keluarga Orchidaceae ini memiliki sekitar 20.000 spesies, dengan 6.000 spesies tersebar di hutan-hutan Indonesia. Secara morfologi, tanaman terdiri dari akar, batang, bunga dan biji. Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi anggrek  :


Klasifikasi Tanaman Anggrek

Apa klasifikasi ilmiah anggrek ?


Klasifikasi tumbuhan anggrek secara umum adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Tracheobionta
DIVISI : Spermatophyta
SUB DIVISI : Magnoliophyta
KELAS : Liliopsida
SUB KELAS : Liliidae
ORDO : Orchidales
FAMILI : Orchidaceae

Tabel : klasifikasi anggrek


Morfologi Tanaman Anggrek

Apa ciri ciri morfologi anggrek / ciri ciri tumbuhan anggrek ?

Berikut ini ciri khusus anggrek / ciri khas anggrek :


Morfologi Akar Anggrek

Akar anggrek mempunyai bentuk yang silindris, berdaging lunak dan mudah patah. Bagian ujung akar meruncing, licin dan sedikit lengket. Dalam keadaan kering, akar anggrek kelihatan berwarna putih keperak-perakan dan hanya bagian ujung akar saja yang berwarna hijau atau tampak agak keunguan.

Akar yang sudah tua akan bewarna coklat dan kering. Akar anggrek berfilamen, artinya lapisan luar akar terdiri dari beberapa lapis sel berongga dan transparan, serta merupakan lapisan pelindung pada sistem saluran akar. Filament ini berfungsi untuk melindungi akar dari kehilangan air selama proses evapotranspirasi, menyerap air, melindungi bagian dalam akar, dan membantu melekatnya akar pada benda yang ditumpanginya.

Morfologi Batang Anggrek

Batang anggrek bermacam-macam, ada yang ramping, gemuk berdaging seluruhnya, atau menebal di bagian tertentu saja. Batang anggrek dibedakan menurut pertumbuhannya menjadi dua tipe, yaitu tipe sympodial dan tipe monopodial. Anggrek tipe monopodial mempunyai batang utama dengan pertumbuhan tak terbatas, bentuknya ramping dan tidak berumbi. Tangkai bunga keluar di antara ketiak daun.

Batang anggrek tipe sympodial umumnya mempunyai beberapa batang utama dan berumbi semu (pseudobulb) dengan pertumbuhan ujung batang terbatas. Pertumbuhan batang akan berhenti bila sudah mencapai batang maksimum.

Pertumbuhan baru akan dilanjutkan oleh tunas anakan yang tumbuh disamping batang. Tumbuh anakan tersebut dari akar yang menghubungkannya dengan tanaman induk. Tangkai bunga dapat keluar dari ujung umbi semu atau dari sampingnya.

Morfologi Daun Anggrek

Bentuk daun anggrek terdiri dari bermacam-macam bentuk, ada yang bentuknya bulat oval, bulat telur terbalik (bagian daun atas melebar dan bagian pangkal kurang lebar, memanjang seperti pita). Tebal daun beragam, ada yang tipis sampai berdaging dan kaku dengan permukaannya rata. Daun anggrek tidak bertangkai, jadi sepenuhnya duduk pada batang.

Bagian tepi daun tidak bergerigi dengan ujung daun terbelah. Tulang daun sejajar dengan tepi daun berakhir di ujung daun. Susunan daun berselang seling atau berhadapan dan warnanya ada yang hijau atau hijau tua, kekuningan dan ada pula yang bercak-bercak. Daun anggrek memiliki daun atau tulang daun yang berwarna, yang membuat tanaman ini semakin menarik.

Morfologi Bunga Anggrek

Morfologi bunga anggrek yaitu tersusun dalam karangan bunga. Jumlah kuntum bunga pada satu karangan bisa mencapai satu sampai banyak kuntum. Bagian-bagian dari bunga anggrek diantaranya adalah sepal (daun kelopak), petal (daun mahkota), stamen (benang sari), pistil (putik), dan ovarium (calon buah). Daun kelopak anggrek berjumlah tiga buah.

Warna bunga tanaman anggrek sangat variatif dan berfungsi untuk menarik perhatian serangga hinggap pada bunga untuk mengadakan penyerbukan. Collum atau tugu yang terletak pada bagian tengah bunga merupakan tempat alat reproduksi jantan dan alat reproduksi betina. Pada ujung colum terdapat kepala sari.

Bunga anggrek mengandung ribuan sampai jutaan biji yang sangat halus, berwarna kuning sampai coklat. Perbanyakan menggunakan biji sulit dilakukan karena biji anggrek sangat kecil dan mudah terbang terbawa angin. Perbanyakan anggrek biasanya dilakukan dengan metode aklimatisasi anggrek.


Itulah penjelasan tanaman anggrek secara singkat. Semoga artikel klasifikasi ilmiah tanaman anggrek & struktur morfologi bunga anggrek ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua :)