KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI JAMBU MONYET

Artikel tentang jambu monyet ini akan menjelaskan ciri ciri jambu monyet lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman jambu monyet (klasifikasi dan deskripsi jambu monyet).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Jambu Monyet

Nama lain jambu monyet adalah jambu mete atau jambu mede (Indonesia), Cochon (Perancis), Caja (Portugis), Merci (Spanyol).

Buahnya berbentuk seperti buah pinggang, digunakan sebagai buah gurun dan untuk konveksi. Bijinya terletak di ujung buah berair yang dapat difermentasi untuk minuman. Di Indonesia, biji jambu monyet banyak digunakan untuk campuran makanan seperti coklat, brownies ataupun langsung digoreng. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi jambu monyet :


Klasifikasi Tanaman Jambu Monyet

Apa klasifikasi ilmiah jambu monyet ?


Nama ilmiah jambu monyet atau nama latin jambu monyet adalah Anacardium oecidentale. Klasifikasi tumbuhan jambu monyet adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Sapindales
FAMILI : Anacardiaceae
GENUS : Anacardium L.
SPESIES : Anacardium occidentale L.

Tabel : klasifikasi jambu monyet / jambu mete


Morfologi Tanaman Jambu Monyet

Apa ciri ciri morfologi jambu monyet / ciri ciri tumbuhan jambu monyet ?


Ciri khusus jambu monyet / ciri khas jambu monyet & struktur morfologi jambu monyet yaitu :

Pohon jambu monyet mempunyai cabang-cabang kecil yang menyebar horisontal dan tingginya dapat mencapai 7 – 14 meter. Bunganya terletak pada pucuk-pucuk ranting, warnanya merah dan membentuk buah masak selama 2-3 bulan.

Bijinya seperti ginjal berwarna coklat kekelabuan dan kulit bijinya keras. Biji ini tergantung pada ujung buah yang berwarna kuning atau merah.

Tanaman jambu mete sangat kuat dan tahan kering, ia bisa tumbuh baik pada berbagai kondisi tanah dan iklim tropis. Ia tumbuh optimal pada ketinggian 1300 m, dengan curah hujan 1750 mm/th dan pada tanah-tanah pasir.

Untuk budidaya jambu monyet, biasanya tanaman diperbanyak dari biji yang dikecambahkan lebih dahulu dalam kantong/kotak. Biji dikeringkan dulu di bawah cahaya matahari selama 2-3 hari untuk memperbaiki perkecambahannya. Penanaman biji langsung di lapangan juga sering dipraktekkan. Perbanyakan tanaman juga dapat dilaikan dengan cara cangkokan, sambungan atau keratan cabang/ranting.

Banyak varietas mete yang menghasilkan buah kecil, sedang dan besar. Hasilnya dapat mencapai sekitar 80-200 kg/ha/th. Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 7 – 10 m, liang tanam diberi pupuk kandang, abu dan batuan fosfat alam (120 g/liang). Pupuk lengkap harus diberikan 2—3 kali setahun. Tumpang sari juga dapat dipraktekkan selama 2 tahun pertama. Pemangkasan diperlukan selama 3 tahun pertama untuk membentuk tajuk tanaman.

Pohon akan mulai berbuah pada tahun ketiga, hasil maksimum diperoleh pada umur 10 tahun dan umur produktifnya lebih dari 20 tahun. Biji yang telah tua dipetik, dikeringkan 2—3 hari, dipecah kulitnya, dikeringkan lagi, dan digoreng. Buahnya dapat dikonsumsi segar sebagai buah atau sayuran.

Hama dan penyakit jambu mete tidaklah banyak. Tanaman ini biasanya diserang oleh ulat-ulat pemakan daun seperti Attacus atlas, Suthalia oconthea, dan Orthaga incarusalio. Hama ini dapat dikontrol dengan insektisida. Penggerek batang, Rhytidodera simulants dikontrol dengan pemangkasan dan perlakuan dikloro-benzena.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan jambu monyet secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman jambu monyet ya teman ! Baca juga klasifikasi tanaman kenaf :)