KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI KACANG KAPRI

Artikel tentang tanaman kapri ini akan menjelaskan ciri ciri kacang kapri lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman kacang kapri (klasifikasi dan deskripsi kacang kapri).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Kacang Kapri

Biji kapri yang hijau segar dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Buah polongnya yang muda juga dapat disayur. Biji tua yang telah dikeringkan juga dapat dimasak untuk makanan. Daunnya dapat digunakan untuk makanan ternak atau pupuk hijau.

Biji tua mengandung protein 22.5 %; lemak 1.0%; karbohidrat 68.5%; serat 4.4%; abu 3.0%. Kapri hijau yang segar mengandung protein 6.7%; lemak 0.4%; karbohidrat 15.5%; serat 2.2% dan abu 0.9%. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi kacang kapri :


Klasifikasi Tanaman Kacang Kapri

Apa klasifikasi ilmiah kacang kapri ?


Nama ilmiah kacang kapri atau nama latin kacang kapri adalah Pisum sativum L. Klasifikasi tumbuhan kacang kapri adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Fabales
FAMILI : Fabaceae
GENUS : Pisum L.
SPESIES : Pisum sativum L.

Tabel : klasifikasi kacang kapri


Morfologi Tanaman Kacang Kapri

Apa ciri ciri morfologi kacang kapri / ciri ciri tumbuhan kacang kapri ?


Ciri khusus kacang kapri / ciri khas kacang kapri & struktur morfologi kacang kapri yaitu :

Kapri adalah tanaman semusim yang batangnya merambat hingga sepanjang 30 – 150 cm. Akar tunggangnya tumbuh baik dengan banyak akar-akar leteral silinderis. Batangnya lemah, silinderis memanjang, perlu ajir.

Daunnya pinnatus dengan 1 – 3 pasang anak daun dan di bagian ujungnya terdapat semacam sulur yang bercabang-cabang. Anak daun berbentuk oval atau eliptis, jumlahnya 2-6 helai, ukurannya (1.5-5.5 cm) x (1-3 cm). Bunganya tumbuh sendiri-sendiri atau bergerombol 2 – 3 buah, mahkota bunga putih — rose — ungu.

Buah polongnya agak pipih, bertangkai pendek, lurus atau lengkung, ukurannya (4-15cm) x (1.5-2.5cm); berisi 2-10 biji. Bijinya membulat, halus atau berkerut, warnanya hijau kelabu kecoklatan dan berbecak.

Dua varietas yang dikenal adalah varietas yang berbiji licin (seperti Alaska) dan yang bijinya berkerut (Proges, Little Morvle, dan Thomas Laxton).

Kapri memerlukan cuaca dingin, lembab nisbi tinggi dan suhu 55-65°F. Cuaca kering dan panas akan mengganggu pembentukan dan perkembangan buah. Tanah harus subur, pH yang baik adalah sekitar 5,5 — 6. Tanaman kapri sangat peka terhadap tanah masam dan tidak tahan terhadap penggenangan.

Dalam hal budidaya kacang kapri, pengolahan tanah harus intensif untuk menggemburkan tanah. Bedengan dibuat dengan ukuran 1.2×3 m. Biji ditugalkan dengan jarak 20 cm x 40 cm.

Ajir dibuat dari bambu (serupa pagar) setinggi 1.5 m, di tengah-tengah dua barisan. Pada umur 1,5 bulan tanaman perlu dipangkas pucuknya untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas bunga. Penyiangan dan pembumbunan sangat diperlukan untuk mengubur akar sehingga jangan sampai muncul di permukaan tanah.

Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil dan kualitas polong. Pada tanah-tanah berpasir pupuk diberikan dengan perbandingan 1 : 1 : 1, di mana jumlah nitrogennya 40 – 80 kg N/ha. Sedangkan pada tanah lempung, pupuk yang dianjurkan adalah 1:2:2. atau 1:2:1 dengan jumlah nitrogen 30 – 60 kg N/ha.

Pupuk ditugalkan di samping tanaman sejauh 2.5 – 5 cm. Polong mulai dapat dipanen pada umur 3 bulan. Pemetikan polong dapat dilakukan hingga 4-5 kali, setelah itu batangnya menjadi tua dan hasilnya menurun.

Penyakit yang menyerang kacang kapri antara lain penyakit bubuk putih (Erysipke polygoni) dan penyakit layu bakteri Fusarium oxysporum. Sedangkan hama yang serius adalah kutu (Macrosiphum onobrychis) dan bubuk kapri (Bruchus pisorum L).


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan kacang kapri secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman kacang kapri ya teman ! Baca juga klasifikasi kacang gude cajanus cajan :)