KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI KACANG TUNGGAK

Artikel tentang kacang tunggak ini akan menjelaskan ciri ciri kacang tunggak lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman kacang tunggak (klasifikasi dan deskripsi kacang tunggak).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Kacang Tunggak

Nama lain kacang tunggak yaitu : kacang kandes, kacang dadap, kacang tolo, kacang otok, Kapri (Cina) & Bibil (Filipina). Tanaman ini dimanfaatkan sebagai kacang sayuran, herba pot, sayur daun, atau sebagai makanan ternak.

Secara umum, kacang tunggak tidak jauh berbeda dengan kacang panjang karena masih dalam satu keluarga kacang-kacangan. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi kacang tunggak :


Klasifikasi Tanaman Kacang Tunggak

Apa klasifikasi ilmiah kacang tunggak ?


Nama ilmiah kacang tunggak atau nama latin kacang tunggak adalah Vigna unguiculata atau dikenal juga dengan sebutan Vigna sinensis. Klasifikasi tumbuhan kacang tunggak adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Fabales
FAMILI : Fabaceae
GENUS : Vigna Savi
SPESIES : Vigna unguiculata (L.) Walp.

Tabel : klasifikasi kacang tunggak


Morfologi Tanaman Kacang Tunggak

Apa ciri ciri morfologi kacang tunggak / ciri ciri tumbuhan kacang tunggak ?


Ciri khusus kacang tunggak / ciri khas kacang tunggak & struktur morfologi kacang tunggak yaitu :

Tanaman semusim ini mempunyai batang menjalar dan memanjat agak tegak. Daunnya mempunyai tiga anak daun. Bunganya putih, kuning, atau ungu, tumbuh menggerombol, tangkai bunganya panjang.

Polongnya panjang dengan jumlah biji yang berbeda-beda, ukuran, bentuk, dan warnanya juga berbeda-beda. Tanaman berasal dari daerah tropis Afrika dan sekarang dapat dijumpai di seluruh daerah tropis dan sub tropis. Tumbuhan ini memerlukan curah hujan lebih sedikit daripada kacang panjang dan dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah asalkan drainasenya baik.

Dalam hal budidaya tanaman kacang tunggak, bijinya ditanam dengan jarak tanam (75-90 cm) x (10-15 cm), kebutuhan benih 15 – 25 kg/ha apabila akan dipanen bijinya. Kalau ditanam untuk diambil daunnya, biji benih dapat disebar dengan dosis 90 kg/ha. Pupuk lengkap berkadar nitrogen rendah dapat diberikan secukupnya. Tanaman akan tumbuh dan tua dalam waktu 3-5 bulan. Hasilnya dapat mencapai 2000 kg biji kering tiap hektar di daerah iklim tropika basah.

Jamur yang dapat menyerang tanaman ini adalah jamur penyakit layu (Fusarium oxysporum) dan busuk hitam (Sclerotium bataticoIa). Penyakit lain adalah mozaic yang disebabkan oleh kumbang daun dan nematoda bengkak akar.

Hama yang serius adalah Chalcodermus aenus. Lalat kacang ini merusak kecambah bibit, namun dapat dikontrol dengan insektisida. Penyiangan gulma secara teratur sangat diperlukan pada fase awal/muda.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan kacang tunggak secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman kacang tunggak ya teman ! Baca juga morfologi tumbuhan nipah :)