KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN MELON

Artikel tentang tanaman melon ini akan menjelaskan ciri ciri melon lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman melon (klasifikasi dan deskripsi melon).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Melon

Buah melon yang telah masak merupakan buah segar yang lezat. Buah mudanya dapat disayur. Bijinya juga dapat digoreng dan mengandung minyak yang enak. Daging buahnya mengandung 92. 1% air; 0. 5% protein; 0 3% lemak; 6. 2% karbohidrat; 0.5 % serat; 0. 4% abu, dan vitamin A 350 mcg. Bijinya mengandung minyak kuning 46 %, dan protein 36 %. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi melon :


Klasifikasi Tanaman Melon

Apa klasifikasi ilmiah melon ?


Nama ilmiah melon atau nama latin melon adalah Cucumis melo L. Klasifikasi tumbuhan melon adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Cucurbitales
FAMILI : Cucurbitaceae
GENUS : Cucumis L. – melon
SPESIES : Cucumis melo L.

Tabel : klasifikasi melon


Morfologi Tanaman Melon

Apa ciri ciri morfologi melon / ciri ciri tumbuhan melon ?


Ciri khusus melon / ciri khas melon & struktur morfologi melon yaitu :

Buah melon ukurannya berbeda-beda, menjalar, berbulu dan ditanam sebagai tanaman semusim. Perakarannya luas dan dangkal. Penampang batangnya bersudut dan berlekuk. Bentuk daunnya oval reniformis; berlekuk menjadi 5 — 7 lobi, diameternya 8 — 15 cm, panjang tangkai daunnya 4 — 10 cm, dan mempunyai sulur sederhana.

Bunganya jantan tumbuh bergerombol, bunga betina tumbuh sendiri-sendiri, atau hermaprodit; berdiameter 1.2 – 3.0 cm, warnanya kuning.

Ukuran buahnya bervariasi, bentuknya bulat panjang, permukaannya rata atau bergelombang, kulitnya halus atau basah; warnanya kuning pucat; kuning coklat, atau hijau, berbiji banyak. Bijinya berwarna keputihan, pipih, halus, panjangnya 5 – 15mm dengan berat rata-rata 30 biji adalah 1 gram.

Tanaman melon memerlukan banyak cahaya matahari dan panas sehingga cocok untuk daerah yang beriklim tropis kering panas. Tanaman ini kurang cocok ditanam di daerah tropis basah dengan cuaca berawan, di mana ia mudah terserang penyakit daun dan kualitas buahnya akan menjadi jelek. Sedangkan jenis tanah yang paling baik adalah tanah berlempung, subur, reaksi netral, dan peka terhadap tanah masam.

Dalam hal budidaya tanaman melon, melon ditanam dengan biji yang ditugalkan pada kedalaman 2 – 4 cm, kebutuhan bibit sekitar 1 kg/ha. Pengolahan tanah dapat merata, bedengan, gulungan, atau gundukan. Jarak tanam yang lazim adalah 50 – 62.5 cm. Tanaman dibiarkan tumbuh dengan menghasilkan 4 buah tiap batang, sehingga perlu penjarangan buah.

Rabuk kandang diberikan pada saat pengolahan tanah dengan dosis 20 – 30 ton/ha, pupuk buatan diberikan sebanyak 500 – 600 kg/ha. Biasanya buah dibiarkan hingga masak penuh di tanaman, dan buah siap dipanen pada umur 3 – 4 bulan. Gejala kemasakan buah dapat dilihat dengan adanya celah-celah pada zone absisi pada tangkai buah.

Polinasi dibantu oleh serangga, terutama lebah madu. Bunga jantan mekar dulu, dan jumlahnya lebih banyak. Polinasi buatan biasanya dapat mencapai persentase 10 — 50 %.

Hama dan penyakit tanaman melon antara lain :

  • Lalat buah (Batrocera cucurbitae) yang menyebabkan buah muda gugur karena membuat liang di tangkai buah.
  • Virus mozaik
  • Layu fusarium (F. oxysporum F. melonis)
  • Karat (Macrosporium cucumerium)

Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan melon secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman melon ya teman ! Baca juga klasifikasi labu putih :)