KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN SORGUM

Artikel tentang tanaman sorgum ini akan menjelaskan ciri ciri sorgum lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman sorgum (klasifikasi dan deskripsi sorgum).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Sorgum

Nama lain sargum yaitu : Jagung Guinea (Afrika Barat), Jagung Kafir (Afrika Selatan), Kaoliang (Cina), Jola (India)

Bijinya merupakan bahan pangan penting di daerah tropika Afrika, Cina, dan India. Bijinya ditumbuk menjadi semacam tepung yang mudah menjadi tengik. Tepung ini dapat dimasak atau direbus. Biji kering mengandung 8-16% air, protein 8-15%, lemak 2-5%, karbohidrat 68-74%; serat 1-3%; abu 1 1/2-2%. Tajuk tanaman mengadung HCN. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi sorgum :


Klasifikasi Tanaman Sorgum

Apa klasifikasi ilmiah sorgum ?


Nama ilmiah sorgum atau nama latin sorgum adalah Sorghum bicolor (L.) Moench. Klasifikasi tumbuhan sorgum adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Lilianae
ORDO : Poales
FAMILI : Poaceae
GENUS : Sorghum Moench
SPESIES : Sorghum bicolor (L.) Moench

Tabel : klasifikasi sorgum


Morfologi Tanaman Sorgum

Apa ciri ciri morfologi sorgum / ciri ciri tumbuhan sorgum ?


Ciri khusus sorgum / ciri khas sorgum & struktur morfologi sorgum yaitu :

Tanaman ini dapat tumbuh setinggi 0.5-6 meter, beberapa varrietas dapat membentuk anakan (tiller). Beberapa jenis sorgum yang terkenal di negara penghasil (Amerika) adalah :

  • Sorgum biji : ditanam untuk diambil bijinya, bijinya besar kulitnya tipis, dan agak manis. Contoh : Milo, Kafir, Hegari, Feterita, Hibrida.
  • Sorgos : ditanam untuk makanan ternak, atau untuk produksi sirup, batangnya mengandung banyak juice manis. Contoh : Gooseneck, Honey, Chinese Amber.
  • Sorgum rumput : Rumput sudan
  • Broomcorn : Malai bunga menumbuhkan cabang-cabang yang panjang.

Morfologi Akar Sorgum

Akar tunggal dibentuk oleh kecambah biji, kemudian diikuti oleh tumbuhnya banyak tunas akar serabut di pangkal batang. Akar-akar lateral tumbuh meluas di lapisan tanah atas.

Morfologi Daun Sorgum

Jumlah daunnya 7—24 helai tiap tanaman, mula-mula tumbuh tegak tetapi kemudian melengkung; helai daunnya sepanjang 15-25 cm membungkus batang, berbulu halus; helai daunnya memanjang dengan ukuran 30—135 cm x 1 1/2—13 cm, warnanya hijau kekuningan; kedudukan daun berseling dengan dua baris.

Morfologi Batang Sorgum

Batang sorgum tumbuh tegak, kompak, diameternya berukuran 0,5 — 3 cm.

Morfologi Bunga Sorgum

Tandan bunga dibentuk di pucuk tanaman, sumbu utama bunga panjang atau pendek, menumbukan cabang primer dan sekunder tempat tumbuhnya individu bunga. Individu bunga tumbuh berpasangan yang satu hermaprodit dan lainnya jantan atau steril,

Morfologi Buah Sorgum

Biji mencapai berat kering maksimum pada umur 25—55 hari setelah pembungaan dan kemudian mengandung 25—35% air ; kadar air ini menurun hingga 20 % atau 15 % selama 20 hari berikutnya, setelah itu tanaman dapat dipanen. Satu kilogram biji sorghum berisi 25ribu— 70ribu butir biji.

Polinasi Sorgum

Bunga mulai mekar kalau malai telah tumbuh penuh. Bunga pertama yang mekar adalah yang terletak di pucuk malai/cabang malai kemudian diikuti bunga lain yang ada di bawahnya. Periode mekarnya bunga biasanya 6—9 hari dengan puncaknya di pertengahan periode tersebut.

Bunga-bunga mekar pada pukul 08.00-08.30 pagi. Proses pemekaran bunga berlangsung 10 menit, bunga akan tetap mekar selama sekitar dua jam. Stigma mulai masak 1-2 hari sebelum bunga mekar dan akan tetap masak selama seminggu kalau tidak terjadi polinasi. Tepungsari segera keluar setelah kotaksarinya mekar, daya hidupnya sekitar 3-6 jam.

Sorgum mampu beradaptasi pada berbagai kondisi iklim. Suhu optimum untuk pertumbuhannya sekitar 300°Celcius, sangat tahan kering sehingga banyak diusahakan di daerah kering  seperti di Afrika, India dan USA, dalam kisaran 40°LU dan 40°LS.

Soghum dapat ditanam pada tanah liat hingga berpasir. Kisaran pH optimum 5.0—8.5 dan toleran terhadap salinitas.

Tanaman sorgum termasuk jenis hari pendek, tetapi toleransinya terhadap panjang hari beragam sekali. Jenis milo akan berbunga pada umur 23 hari kalau panjang harinya 10 jam, dan 39 hari kalau panjang harinya 14 jam.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan sorgum secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman sorgum ya teman ! Baca juga klasifikasi tanaman asam jawa :)