KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN TEH

Artikel tentang teh ini akan menjelaskan ciri ciri teh lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman teh (klasifikasi dan deskripsi teh).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Teh

Nama lain teh adalah the (Perancis), te (Spanyol); Cha da India (Portugis). Ada dua kelompok varietas teh yang dikenal, yakni assatnica atau teh Assam dan Sinensis atau China, berasal dari Assam dan China. Di dalam setiap varietas ada berbagai seleksi yang berasal dari daerah-daerah khusus yang disebut “Jats”. Karena teh sekarang terutama diperbanyak sacara vegetatif, Jat seringkali mempunyai ciri kualitas khusus dari suatu daerah (lokal), distrik atau kebun.

Kebanyakan teh pada awalnya diperbanyak dari satu pohon teh yang mempunyai ciri-ciri hasil yang diperoleh dan kemampuan memproduksi populasi besar. Pada kenyataannya, teh seringkali tidak dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan di daerah lain, terutama dalam hal kualitas. Hal ini mendorong munculnya banyak tipe-tipe teh yang dapat beradaptasi secara lokal.

Teh China dan Assam mempunyai sifat morfologi dan kualitas yang berbeda. Dalam perdagangan teh di dunia barat, teh assam dianggap lebih baik. Akan tetapi, akhir-akhir ini jat—jat teh dari jenis-jenis China atau hibrida—hibrida teh Assam juga menghasilkan teh kualitas baik.

Secara morfologi, perbedaan teh Assam dan China terletak pada tipe daun. Hal ini mempengaruhi produktivitas tanaman dan respons terhadap pupuk dan naungan.

Secara historis, budidaya teh China telah dilakukan di China dan Jepang, dimana hasilnya dikeringkan tanpa fermentasi. Tipe teh ini melandasi perdagangan teh China dengan dunia barat yang mulai merosot setelah berkembangnya kebun teh di India, Sri Langka, dan negara lain. Kebun-kebun ini menanam teh Assam yang diproses menjadi teh fermentasi yang baunya lebih sedap daripada teh China tradisional.

Meskipun teh bukan berasal dari daerah tropis, seringkah ia dianggap sebagai tanaman tropis karena merupakan komoditi ekonomi yang penting di berbagai negara tropis. Ia ditanam di dataran tinggi dan dipanen secara manual. Komoditi ini penting di Sri Langka, India, Indonesia, Malawi, Kenya, Taiwan dan negara-negara tropis dan Subtropis lain. Dalam tahun-tahun belakangan ini perkembangan mekanisasi telah memungkinkan pembangunan industri teh di USSR, USA, dan Australia. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi teh :


Klasifikasi Tanaman Teh

Apa klasifikasi ilmiah teh ?


Nama ilmiah teh atau nama latin teh adalah Camellia sinensis (L.). Klasifikasi tumbuhan teh adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Asteranae
ORDO : Ericales
FAMILI : Theaceae
GENUS : Camellia L
SPESIES : Camellia sinensis (L.) Kuntze

Tabel : klasifikasi teh


Morfologi Tanaman Teh

Apa ciri ciri morfologi teh / ciri ciri tumbuhan teh ?


Ciri khusus teh / ciri khas teh & struktur morfologi teh yaitu :

Dalam budidaya, tanaman teh dipangkas untuk membentuk tajuk yang pendek sehingga memudahkan panen secara manual atau secara mekanis. Kebanyakan teh di daerah tropis ditanam di dataran tinggi pegunungan. Kalau dibiarkan tidak dipangkas, pohon teh akan tumbuh kecil ramping setinggi 10 m dengan bentuk tajuk seperti kerucut.

Morfologi Daun Teh

Morfologi dan anatomi tanaman teh yaitu daun-daunnya tumbuh berselang-seling pada cabang yang tumbuh dari ketiak daun di bagian bawah tajuk. Bagian tepi daun bergerigi halus. Kultivar-kultivar Assam umumnya mempunyai daun yang berwarna muda, orientasinya horisontal. Kultivar teh China mempunyai warna daun lebih gelap, lebih kecil dan lebih vertikal. Semua daun teh agak glabrous dan mengkilap, dan mereka mengandung sel-sel batu yang keras (Scleroids). Adanya bahan ini penting dalam perdagangan teh karena digunakan sebagai ukuran kemurniannya.

Dalam budidaya teh, pertumbuhan daun paling dipentingkan karena hasil yang dipetik adalah daunnya. Kultivar teh Assam tradisional yang daunnya besar-besar dan orientasinya horisontal mempunyai produksi rendah karena penetrasi cahaya dalam tajuk sangat rendah. Hasil tidak dapat ditingkatkan dengan dosis pupuk nitrogen yang sangat tinggi. Selanjutnya daun-daun horisontal lebih terbuka terhadap cahaya matahari dan akan cepat menjadi panas; sehingga kultivar teh Assam tradisional memerlukan naungan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum.

Kultivar teh yang daunnya lebih kecil, posisi daun tegak memungkinkan penetrasi cahaya lebih baik, produksi daun lebih banyak dan respon pupuk nitrogen sangat tinggi. Hasil teh kering 1000 kg/ha/th telah dianggap baik untuk teh Assam yang dinaungi. Industri teh modern saat ini didukung oleh kultivar—kultivar teh yang produksinya tinggi seperti hibrida-hibrida Assamica, Assamica/Sinensis, dan tipe-tipe Sinensis yang ditanam dari stek dan nasil rata-rata sekitar 2000 – 3000 kg/ha teh kering kalau pohon telah dewasa dan dipupuk nitrogen secukupnya. Beberapa varietas jnggul seperti TRI — 2030 dari Sri Langka dapat menghasilkan lebih daru 1000 kg teh kering per hektar per tahun.

Daun teh dibentuk secara berkala (flush) yang tidak terlalu bergantung pada perubahan iklim, meskipun jumlah daun yang dihasilkan dalam setiap kali musim daun (flush) sangat dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu, serta unsur hara. Beberapa helai daun terminal (dua helai daun dan tunas) adalah bagian yang dipetik. Daun dewasa di bawahnya tidak boleh dipetik karena sangat penting bagi produksi daun berikutnya, bagian ini dinamakan daun penyangga. Selama munculnya daun-daun baru, beberapa seri daun muda akan terbentuk dan masa pembentukan daun baru ini akan diperpanjang oleh pemupukan yang baik, terutama nitrogen. Setelah masa tersebut, tanaman memasuki masa dormansi dengan menghasilkan daun-daun yang lebih kecil ukurannya. Tunas-tunas dorman disebut “banjhi”. Kalau terjadi defisiensi nitrogen daun yang dihasilkan lebih sedikit.

Sekali tanaman teh ditanam, biasanya ia dipelihara selama bertahun-tahun. Ada beberapa kebun teh yang usianya telah mencapai lebih dari 100 tahun tanpa peremajaan. Dalam praktek kebunan teh, suatu petak blanko biasanya ditanami/diremajakan dengan varietas baru yang lebih produktif sehingga banyak kebun-kebun tua terdiri dari beberapa varietas.

Morfologi Akar Tanaman Teh

Akar tunggang hanya dibentuk oleh tanaman yang berasal dari biji, praktek ini sekarang jarang dilakukan kecuali untuk maksud-maksud pemuliaan, tetapi sistem perakaran yang ekstensif akan dibentuk pada tanaman dewasa yang berasal dari biji maupun dari stek di tempat-tempat yang lebih dingin (dataran tinggi tropis) dan sejumlah besar cadangan makanan ditampung dalam akar menunjukkan sistem perakaran yang luas dari tanaman teh umur 40 tahun.

Cadangan makanan dalam akar sangat penting bagi pertumuhan kembali setelah pemangkasan. Di tempat-tempat hangat, dataran rendah tropis, pertumbuhan akar dan cadangan makanan di dalamnya relatif rendah dan kehidupan pohon teh akan sangat terbatas. Bunga teh terbentuk dalam ketiak daun bagian bawah. Kalau telah dewasa ia menghasilkan biji—biji yang besar sekitar 1.5 cm diameternya.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan teh secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman teh ya teman ! Baca juga pengertian tumpang sari dan contohnya :)