KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN YUTE

Artikel tentang tanaman yute ini akan menjelaskan ciri ciri yute lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman yute (klasifikasi dan deskripsi yute).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Yute

Yute adalah tanaman serat yang menempati urutan kedua setelah kapas, halus tetapi lebih lemah daripada henep. Penggunaannya terutama untuk bahan baku pembuatan karung goni. Varietas yute yang lebih kecil seperti C. olitorius digunakan sebagai sayuran.

Nama lain yute adalah Jute (Perancis, Inggris dkk) & Juta (Portugis). Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi yute :


Klasifikasi Tanaman Yute

Apa klasifikasi ilmiah yute ?


Nama ilmiah yute atau nama latin yute adalah Corchorus capsularis. Klasifikasi tumbuhan yute adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Rosanae
ORDO : Malvales
FAMILI : Malvaceae
GENUS : Corchorus L
SPESIES : Corchorus capsularis L.

Tabel : klasifikasi yute


Morfologi Tanaman Yute

Apa ciri ciri morfologi yute / ciri ciri tumbuhan yute ?


Ciri khusus yute / ciri khas yute & struktur morfologi yute yaitu :

Tanaman ini merupakan herba semusim yang batangnya lurus dan ramping. Dapat tumbuh hingga 3 – 5 meter, percabangannya di dekat pucuk tanaman.

Serat yute diekstraks dari batangnya. Daunnya berwarna hijau muda dengan tulang daun menyirip, tumbuhnya berselang-seling pada batang/cabang.

Bunga-bunga kuning tumbuh pada ketiak daun. Buah C capsularis membulat dan berlekuk, sedangkan buah C. olitorius memanjang, seperti jari-jari yang ramping (Hibiscus esculentis). Kedua varietas tersebut dapat ditanam dan diperbanyak dari bijinya.

Yute berasal dari Asia dan Afrika, tumbuh paling baik pada tanah aluvial yang solumnya tebal di daerah beriklim lembab panas (suhunya sekitar 25 — 30°C dengan curah hujan 1500 mm/th). Tanah harus berdrainase dengan baik karena tanaman mudanya sangat peka terhadap genangan air.

Pada saat ini telah ada varietas genjah dan dalam, terutama yang berasal dari India. Dalam budidaya tanaman yute, tanah harus diolah hingga halus gembur dan biji disebarkan dengan kepadatan tanaman 6—10 kg benih/ha, perkecambahan terjadi dalam waktu 3 — 4 hari. Penjarangan dilakukan untuk mempertahari jarak tanam 9 cm kalau tinggi tanaman telah mencapai 15 cm. Taru

Tanah yang subur tidak memerlukan tambahan pupuk. Tanaman dapat dipanen kalau 50% populasi telah menumbuhkan buah muda pada umur sekitar 4 bulan setelah tanam. Panen yang terlambat akan menurunkan kualitas serat. Serat yute di potong-potong dan direndam seperti pada kenaf, hasilnya berkisar 1500 – 2500 kg serat kering tiap hektar. Biji dihasilkan pada umur 7—10 bulan dan hasilnya bisa mencapai sekitar 280 kg biji tiap hektar.

Untuk hal perlindungan tanaman, pada dasarnya tidak ada hama yang serius, tetapi tanaman ini kadangkala diserang oleh hama mite kuning (Hemitarsonema latur). Busuk batang (Macrophomina phaseoli) merupakan penyakit yang sangat serius, sedankan busuk lunak merupakan penyakit dari tanah yang menyerang daerah caelar; penyakit-penyakit ini dapat dikontrol dengan perbaikan drainase. Penyiangan gulma pada fase muda juga diperlukan.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan yute secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman yute ya teman ! Baca juga klasifikasi lempuyang pahit zingiber americana :)