KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TEMU KUNCI

Artikel tentang temu kunci ini akan menjelaskan ciri ciri temu kunci lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman temu kunci (klasifikasi dan deskripsi temu kunci).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Temu Kunci

Nama lain temu kunci adalah Kra Chaai (Thai). Tangkai dan helai daun muda dapat dimakan segar sebagai sayur atau dimasak. Rhizome atau rimpangnya banyak digunakan sebagai obat tradisional. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi temu kunci :


Klasifikasi Tanaman Temu Kunci

Apa klasifikasi ilmiah temu kunci ?


Nama ilmiah temu kunci atau nama latin temu kunci adalah Boesenbergia pandurata. Klasifikasi tumbuhan temu kunci adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Filum : Tracheophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Boesenbergia
Spesies : Boesenbergia pandurata

Tabel : klasifikasi temu kunci


Morfologi Tanaman Temu Kunci

Apa ciri ciri morfologi temu kunci / ciri ciri tumbuhan temu kunci ?


Ciri khusus temu kunci / ciri khas temu kunci & struktur morfologi temu kunci yaitu :

Herba perenial ini tumbuh merumpun, dengan batang semu kemerahan pada pangkalnya yang berada dalam tanah. Bentuk rimpangnya tipis-tipis dan agak keras; akarnya seperti umbi, panjang, silindris, berwarna coklat kekuningan dan aromatik.

Daun-daunnya tumbuh tegak, berseling, jumlahnya 2 sampai 7 helai tiap tanaman, dengan tangkai daun panjang.

Bunganya tumbuh di pucuk batang berupa tandan bunga yang terdiri atas individu-individu bunga yang warnanya merah muda keputihan atau kuning pucat.

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tanaman ini tumbuh di bawah hutan jati dataran rendah dan seringkali juga ditanam di pekarangan bersama dengan tanaman lain.

Tanaman kunci tahan terhadap naungan dan dapat ditanam pada berbagai kondisi tanah, terutama yang subur. Kondisi idealnya adalah tanah subur dan agak ternaung.

Dalam hal budidaya tanaman, penanaman tanaman kunci sangat sederhana, dapat diperbanyak dengan rhizome atau anakannya. Tanah diolah dengan cangkul/bajak, kemudian ditanami dengan rhizome (rimpang) atau bibit anakan, setelah itu perawatannya tidak perlu dilakukan lagi. Tanaman dibiarkan tumbuh leluasa membentuk rumpun yang rapat dan lebat. Beberapa minggu kemudian, individu tanaman yang paling tua dalam tiap rumpun dapat dipanen, dan sisanya ditinggalkan untuk tumbuh terus dan dipanen berikutnya.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan temu kunci secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman temu kunci ya teman ! Baca juga ciri-ciri temu putih :)