KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TEMU MANGGA

Artikel tentang temu mangga ini akan menjelaskan ciri ciri temu mangga lengkap beserta klasifikasi dan morfologi tanaman temu mangga (klasifikasi dan deskripsi temu mangga).


Klasifikasi dan Ciri Ciri Morfologi Tanaman Temu Mangga

Rhizome muda dan batang-batang muda yang masih lunak sering digunakan sebagai sayuran segar sedangkan rhizome (rimpang) yang sudah tua banyak dijadikan sebagai obat tradisional. Berikut ini adalah rincian klasifikasi dan morfologi temu mangga :


Klasifikasi Tanaman Temu Mangga

Apa klasifikasi ilmiah temu mangga ?


Nama ilmiah temu mangga atau nama latin temu mangga adalah Curcuma mangga. Klasifikasi tumbuhan temu mangga adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Filum : Tracheophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma mangga

Tabel : klasifikasi temu mangga


Morfologi Tanaman Temu Mangga

Apa ciri ciri morfologi temu mangga / ciri ciri tumbuhan temu mangga ?


Ciri khusus temu mangga / ciri khas temu mangga & struktur morfologi temu mangga yaitu :

Herba perenial ini tumbuh tegak hingga setinggi 2 meter. Akar rimpangnya tebal dan bercabang banyak, yang sebagian muncul di permukaan tanah. Umbi utamanya keras hambil globose, kekuningan permukaan luarnya, dagingnya putih dengan bagian pusatnya kekuningan. Perlu diketahui bahwa warna, bau, dan rasa rhizome serupa dengan buah mangga muda. Akar umbinya membengkak dan berdaging.

Tandan bunga tumbuh lateral dari rhizome, terdiri atas kelopak kelopak bunga berwarna merah—violet.

Tanaman ini tumbuh alami di Jawa dan Malaysia. Di Jawa Timur ia tumbuh liar pada ketinggian 5 – 750 meter di atas permukaan laut terutama di bawah hutan jati. Tanah-tanah bero dan lahan-lahan berbatu (tanah lithosol) merupakan lahan yang ideal bagi pertumbuhan temu mangga. Pertumbuhan yang baik terjadi pada tanah yang subur dan sudah ternaungi. Di Jawa Barat, temu mangga dibudidayakan di pekarangan / tegalalan. Pembungaannya mulai terjadi pada bulan Agustus dan berakhir bulan Mei berikutnya.

Untuk budidaya temu mangga ini, bibit yang digunakan adalah rhizome-rhizome yaitu cabang yang mengandung 1 — 2 mata tunas. Bibit ditanam pada guludan tanah yang berjarak sekitar 35 — 50 cm dan jarak antara tanaman 20 — 30 cm. Selain itu pupuk organik juga sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi rhizome.


Itulah penjelasan deskripsi tumbuhan temu mangga secara singkat. Semoga kamu lebih tahu mengenai ciri ciri tanaman temu mangga ya teman ! Baca juga ciri-ciri tumbuhan temu kunci :)