PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN

Apa saja contoh pemberantasan hama secara biologis, mekanik dan kimiawi ?

Pemberantasan Hama dan Penyakit Pada Tanaman

Tanaman tidak selamanya dalam keadaan yang baik dan sehat. Suatu saat sering kali mendapat gangguan yang disebabkan oleh hama maupun penyakit.

Gangguan hama dan penyakit itu sering dapat merusakkan semua bagian tanaman sayuran dan buah. Karenanya untuk menyelamatkan dan meningkatkan hasil perlu diadakan tindakan-tindakan pencegahan maupun pemberantasan baik secara langsung (kuratif) ataupun secara tidak langsung (preventif).

Jenis tindakan pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman secara umum dapat dibedakan menjadi :

Pemberantasan hama secara mekanik

Apa itu pengendalian hama secara mekanik ?

Pemberantasan hama secara mekanik adalah pemberantasan hama yang dilakukan secara langsung. Misalnya dengan mencari dari satu per satu ulat-ulat yang ada dan membunuhnya sekaligus dengan jari.

Pemberantasan hama secara biologis

Apa itu pengendalian hama secara biologis ?

Pemberantasan hama secara biologi adalah pemberantasan hama yang dilakukan secara tidak langsung. Hama-hama itu dihadapkan kepada musuhnya masing-masing. Contoh pemberantasan hama secara biologi : ulat-ulat kecil dimakan oleh semacam ngengat, ulat-ulat yang lebih besar dimakan oleh burung atau ayam dsb.

Pemberantasan hama lebih baik dilakukan dengan cara biologis daripada secara kimiawi karena tidak menganggu rantai makanan dalam ekosistem serta kita tidak mengeluarkan biaya yang mahal.

Pemberantasan hama secara bercocok tanam

Teknik pengendalian hama secara bercocok tanam yaitu dengan mengatur waktu tanam, memilih waktu yang tepat dan mengadakan pergiliran macam tanaman. Hal ini akan mencegah hama dan penyakit pada tamanan secara efektif dalam kurun waktu tertentu.

Pemberantasan hama dan penyakit secara kimiawi

Pengendalian hama dan penyakit secara kimiawi yaitu menggunakan obat-obat kimia pembasmi hama / penyakit yang seringkali disebut dengan Pestisida (insektisida dan fungisida).

Beberapa macam pestisida sebagai obat pembasmi penyakit (fungisida) antara lain :

  • Koperexychloride = COC.
  • Cupravit.
  • Serbuk belerang.
  • Bubur bordo = BB.

Penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati, mencuci tangan sesudah bekerja dan sebagainya, sebab sisa-sisa pestisida yang tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh akan membahayakan bagi kesehatan.

Adapun beberapa macam pestisida sebagai obat pembasmi hama (insektisida) antara lain :

Obat peracun perut. Misalnya:

  • Arsenaat timah.
  • DDT.
  • HCH
  • Akar tuba.

Obat-obat ini cocok untuk digunakan untuk memberantas hama yang menggerek tanaman seperti belalang, ulat, kepik dan siput.

Obat peracun kontak. Misalnya:

  • Dieldrien.
  • Folidol.
  • Endrin.
  • Texapheen.
  • DDT.
  • Tepung belerang.
  • Nicotine.

Nah itulah beberapa contoh pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman. Lihat juga jenis pupuk organik dan fungsinya :)