PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK

Cara pengendalian hama ulat grayak itu seperti apa sih ?

Pengendalian Hama Ulat Grayak

Gejala serangan ulat grayak adalah helaian daun sedikit demi sedikit berkurang hingga hanya tinggal tulang daunnya. Biji polong mengecil ukurannya, bahkan ada yang tidak mampu membentuk biji serta produksi tanaman akan menurun.

Serangan ulat grayak banyak dijumpai pada kedelai ( Glycine max (L) Merr), jagung (Zea mays L), kacang hijau (vigna radiata (L) Wilczek), kacang tanah (Arachis hypogaea L), ubi jalar (Ipomoea batatas (L) Lam), kentang (Solanum tuberosum L), bawang merah (Allium ascalonicum L), cabai (Capsicum sp), dan kubis (Brassica oleracea L var. capitata).

Bagaimana cara membasmi ulat grayak & cara pengendalian ulat grayak kacang panjang, kedelai dsb ?

Agar tanaman terbebas dari serangan ulat grayak, dapat dilakukan pencegahan dan pengendalian sebagai berikut :

  • Sebelum ditanam, lahan diairi atau digenangi air agar ulat yang berada di dalam tanah mati karena tidak dapat bernafas.
  • Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan memetik daun-daun yang menjadi tempat penyimpanan telur. Daun-daun tersebut kemudian dipendam dalam-dalam atau dibakar.
  • Pengendalian secara biologis dilakukan dengan pemberian Bacillus thuringiensis atau Borrelinavirus litura.
  • Pengendalian secara kimia dilakukan dengan insektisida Azodrin (monokrotofos) sebanyak 20 — 30 cc/10 l air dengan volume semprot 400 — 600 l/ha, Diazinon 60EC (diazinon) berdosis 1 — 2 cc/l air dengan volume semprot 400 – 600 l/ha, dan Sumithion 50 EC (fenitrotion) dengan dosis 1 — 1,5 cc/ l air dengan volume semprot 500 l/ha.
  • Lahan dibebaskan dari gulma agar tidak menjadi tempat persembunyian ngengat dan ulat.

Nah itulah beberapa cara pengendalian hama ulat grayak pada tanaman. Lihat juga pengertian hama dan penyakit pada tanaman :)